Home Culture Adat Perkawinan Suku Sabu

Adat Perkawinan Suku Sabu

597
1
SHARE

Adat perkawinan suku Sabu, Nusa Tenggara Timur, memiliki unsur kesatuan dan persatuan orang Sabu yang patut dihargai.

Pihak-pihak yang terlibat dalam adat perkawinan suku ini adalah para utusan (dari pihak laki-laki maupun perempuan), juru bicara kedua pihak, kepala adat (nuhu jami), orang tua perempuan dan ipar lelaki dari gadis, ibu-ibu yang pernah membantu ketika melahirkan gadis (pada saat buka kenoto), kerabat keluarga dan kenalan masing-masing pihak, turunan kakek dari lelaki (pada saat pengumpulan belis), orang tua lelaki bersama rombongan, dan kedua pengantin.

 

Tahap adat perkawinan Sabu dimulai dari hari bicara. Rombongan lelaki bersama juru bicara menuju ke rumah wanita untuk memulai pembicaraan adat (peli). Setelah ditentukan hari upacara (hari lodo), utusan dari pihak lelaki mengantar rukenan ae (tempat sirih pinang) sebagai lambang pinangan yang diberikan pada keluarga perempuan. Jika sirih pinang dimakan oleh keluarga perempuan, maka lamaran pun diterima. Lelaki juga membawa seekor babi besar (wawi rukena ae) untuk diantar ke rumah mertua perempuan sebagai tanda hormat.

baju adat sabu

Pada hari berikutnya, pihak dari lelaki mengantar kenoto melalui upacara pemaho rukenan ae dengan seekor babi ke rumah keluarga perempuan. Dalam antaran ini, masing-masing juru bicara akan membicarakan harga belis. Setelah itu, kenoto yang dibawa akan dibuka oleh keluarga perempuan, disaksikan oleh ibu-ibu yang membantu melahirkan si gadis.
Kemudian, di rumah lelaki diadakan acara makan bersama (nga’a kebue) sekaligus mengumpulkan kelengkapan belis. Belis yang sudah ada diantarkan ke rumah perempuan dan melangsungkan pembicaraan untuk kesepakatan adat. Gadis akan dibawa dari rumah orang tuanya ke rumah lelaki dan keluarga lelaki memberikan semua harga yang telah diputuskan bersama. Diadakan juga pembagian wawi ata-kii ata (babi dan kambing) kepada semua pihak. Pembagian ini disebut pala. Pada akhirnya, diadakan upacara nuhu amu (memasuki rumah), yang menandakan istri meninggalkan sukunya sebagai acara terakhir dari seluruh rangkaian adat perkawinan.

sumber gambar : images.google.com

Berikan komentar anda disini..