Home People Who Inspire dr. Indah Permata: Kembali Ke Timur

dr. Indah Permata: Kembali Ke Timur

334
0
SHARE

Hallo Basodara! kali ini basodaracom punya wawancara menarik dengan seorang sosok yang dapat memberikan inspirasi bagi kita semua, dia adalah dr. Indah Permata 🙂. yap dokter yang memiliki nama lengkap Haryati Indah Permata Sari adalah seseorang yang berasal dari Jawa Tengah namun memilih untuk melayani di daerah Timur Indonesia, tepatnya di Papua. berikut wawancara lengkap basodaracom dengan dr. Indah Permata, check it out!.

1.  Bisa diceritakan seorang Indah Permata itu seperti apa? (Hobby, Passionate, Likes, etc,etc) 

Nama saya Indah Permata atau yang bernama lengkap Haryati Indah Permata Sari, akrab dipanggil Indah, Ibon atau Ipoel (dan sederet nama panggilan sayang dari teman-teman). Lahir di Jakarta pada tanggal 23 April dari pasangan drs. Rahyo Saputro dan Ibu Mursih Hati (alm). Sejak kecil saya mempunyai kebiasaan menulis aktifitas keseharian di Jurnal Harian. Tumbuh dalam lingkungan yang mengajarkan saya banyak hal tentang pluralisme dan kepedulian terhadap sesama. Menjalani pendidikan di SD St Mikael, SLTP 119 dan SMU 77 serta menyelesaikan Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FKUKI) tapi saya tetap aktif ikut ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan non formal seperti PASKIBRA yang memberi saya jiwa Nasionalisme yang cukup kuat, aktif pula dalam Ekskul OSIS, Volly, Taekwondo atau pun kegiatan Kepemudaan di GKJ Jakarta yang sarat akan misi Kemanusiaan bagi sesama yang terdapat di pelosok Pulau Jawa.

Selain itu musik merupakan hobi yang tak dapat dilupakan, termasuk menari, menyanyi, mendengarkan musik dan bermain gitar, salah satu sumber inspirasi saya ke Indonesia Timur adalah Glenn Fredly, saya juga tergabung ke dalam Komunitas Rame-Rame People (komunitas pecinta karya Glenn Fredly) sejak 2002 sampai sekarang.

Saya sering mendapatkan kesempatan melakukan perjalanan dengan misi Kemanusiaan dan juga perjalanan yang berhubungan dengan pekerjaan ke luar Jakarta ataupun luar Pulau Jawa, hal ini juga menantang nyali saya untuk berangkat ke Papua, mengaktualisasi mimpi saya melayani pasien di Tanah Papua.

Sepulangnya dari Papua, saya masih diundang kembali ke Papua untuk membantu survey HIV selama 2 bulan di daerah pelosok-pelosok Papua. Juli 2013 Saya juga bergabung dengan Komunitas Action For Hope untuk membantu survivor bencana di Aceh, Ambon, Manado serta Sinabung. Sekarang saya bekerja di Pelayanan Kesehatan St Carolus sebagai dokter Umum dan Kepala Unit di Klinik Pratama St Yosef Tanjung Priuk. Dan, sekarang saya aktif di Ruang Konseling HIV St Carolus (Ruang Carlo), mengikuti passion melayani pasien HIV.

Keseharian saya sekarang adalah menulis cerita pendeks, membagikan hal-hal yang menginspirasi sesama secara positif dan tetap mengkampanyekan kemajuan untuk Papua dari Jakarta (membantu komunitas-komunitas seperti #UntukPapua dan #BukuUntukPapua).

2. Yang kita tahu Kk Indah itu adalah seorang Dokter? Bagaimana ceritanya bisa sampai masuk di dunia Per-dokteran? Bisa diceritakan?.

Sejak kecil Ibu saya ingin salah satu anaknya menjadi dokter. Jadi sejak kecil saya sudah diarahkan untuk menjadi dokter, meski tidak ada darah keturunan dari keluarga saya yang menjadi dokter. Sebenarnya saya lebih ingin menjadi penari atau insinyur, tetapi memang Tuhan punya rencana terbaik.

Saya suka membaca dan banyak menonton TV, disanalah saya banyak mendengar bahwa Papua merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mengalami banyak ketertinggalan, terutama di bagian kesehatan. Saya banyak merenung dan berpikir “Saya bisa buat apa untuk Papua ya? Saya harus ambil bagian untuk memajukan Papua”

Maka saya bertekad bila saya nanti memang benar jadi dokter, saya harus ke Papua. Jadilah akhirnya saya meneruskan amanat Ibu saya untuk masuk Fakultas Kedokteran dengan tujuan bisa ke Papua.

3. Bisa diceritakan Perjuangan kk untuk menjadi seorang dokter? Suka atau duka nya?.

Perjuangan untuk menjadi seorang dokter tentu saja tidak semanis yang dibayangkan, awal masuk FK saja saya tidak mempunyai biaya yang cukup, uang masuk FK menggunakan uang angpaw pernikahan Kakak saya, kebetulan saat itu FK saya punya sistem pembayaran secara mencicil, semester demi semester dilalui dengan doa supaya tetap bisa kuliah meski biaya hanya Tuhan yang tahu asalnya dari mana.Belum lagi beban mata kuliah yang memang memaksa saya untuk belajar, menahan kantuk dan lapar, memaksa saya untuk selalu datang on time, kalau tidak on time kami tidak bisa ikut ujian dan harus mengulang yang artinya akan menunda kelulusan dan akan makan banyak biaya lagi.

Masuk dunia per Koas an tantangan semakin berat, saya sudah harus belajar cara berhadapan dengan pasien, attitude yang digunakan saat menghadapi dosen kami yang notabene pendidikannya tak usah dipertanyakan lagi, selain dokter, kami juga berhadapan dengan para profesor yang tentu saja punya kebiasaan dan pola pikir yang luar biasa.

Beban bertanggung jawab atas kemajuan kesehatan pasien juga sudah mulai menjadi tanggung jawab saya. Sering bepikir bagaimana caranya pasien supaya sembuh, atau minimal berkurang penderitaan. Batin sering menangis saat tidak bisa banyak membantu meringankan beban pasien, padahal saya masih koas (notabene koas itu tidak wajib bertanggung jawab ke pasien secara legal ke pasien)

Menahan kantuk sambil tetap harus belajar sekaligus harus tampil energik dan ceria saya lakukan demi kelancaran pendidikan dan atas nama profesionalitas seorang calon dokter.

Apalagi saat saya koas Ibu saya akhirnya harus masuk dalam kenyataan mencuci darah seminggu 2 x. Jadi lengkaplah perjuangan sambil belajar, mengurus Ibu dan berjuang untuk tetap lancar kuliah dan cepat lulus.

4. Untuk Daerah Timur Indonesia, Kita tau Kk Pernah menjadi seorang Dokter PTT di Tanah Papua, dan dari bocoran bukunya awalnya memang impian Kk untuk ke Tanah Papua, kenapa bisa memilih papua kak? Bisa diceritakan?

Papua merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mengalami banyak mengalami ketertinggalan, terutama di sektor kesehatan.

Kalau di Jakarta, dokter sudah terlalu banyak, hampir kita tidak mengalami kesulitan mencari dokter di Jakarta. Tapi di Papua apakah demikian? Sementara  Malaria, HIV banyak mengintai para penduduk Papua. Saya banyak mendapatkan informasi ini semenjak saya kecil lewat media TV dan bacaan yang sering saya baca (majalah dan koran).

Setiap kali saya membaca tentang Papua, hati saya selalu terusik, “Apa yang bisa saya lakukan untuk Papua?” Saya juga terngiang ngiang satu pernyataan “Jangan tanya apa yang bangsa ini bisa berikan kepadamu tapi tanyakan pada dirimu apa yang bisa kamu berikan bagi bangsa ini”

Saya sering merenungkan sila ke 5 Pancasila dan berpikir, apakah hal ini sudah terjadi di Tanah Papua.

hari demi hari batin saya begolak, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan sesuatu untuk Papua. Saya harus pergi ke Papua.

5. Awalnya waktu sampai di Papua Kk pernah berpikiran untuk mundur karena tantangan disana yang begitu berat, namun akhirnya kk tetap memilih untuk bertahan dan melayani di Papua, bisa diceritakan kak?

Sesampainya di Papua, jujur, saya mengalami keterbatasan biaya untuk makan. Sesederhana itu. Belum lagi waktu saya mengalami pencurian di rumah dinas. Saya hampir menyerah, tetapi Tuhan yang Maha baik membukakan banyak berkat, saya sering ditolong diberi makan oleh orang-orang yang tak pernah saya bayangkan. Saya juga memilih untuk tidak menyerah saat kecurian baju-baju dan barang-barang.

Pergolakan batin yang sering membuat saya menangis adalah saat saya mengalami keterbatasan dalam membantu pasien, keterbatasan fasilitas seperti air, obat, SDM yang berkualitas.

Belum lagi saat saya harus terjebak dalam konflik keamanan dan politik yang seperti kita tahu cukup sering terjadi di Papua.

Tetapi kesemua hal itu tak membuat saya gentar. Kasih karunia dan penyertaan Tuhan membuat saya selalu mencoba untuk kreatif serta tak gentar menghadapi tiap tantangan tersebut, tak lupa wajah-wajah bahagia pasien saya menjadi penghibur dan menjadi alasan saya bertahan selama 3 tahun saya di sana.

6. Dari bocoran bukunya juga nih kak, kk berhasil membuat masyarakat sehingga mau menerima kondom untuk mencegah HIV, bisa kk ceritakan?

Awal saya datang ke Kabupaten tempat saya bekerja, belum ada yang didiagnosa HIV positif, padahal menurut data Kabupaten Induk banyak pasien yang berasal dari Kabupaten saya.

Akhirnya saya dan rekan-rekan nekat memeriksakan darah pasien di kabupaten saya. Dan hasilnya banyak yang positif terinfeksi HIV. Apalagi di tempat kami terkenal tradisi budaya sex bebas (tukar gelang)

Berhubung saat itu saya belum punya akses pengobatan HIV yang baik dan benar, akhirnya yang bisa kami lakukan adalah MENCEGAH jangan sampai HIV ini semakin meluas. Kami mengajarkan Promosi Kesehatan dengan tujuan Preventif (mencegah). Salah satu caranya adalah penggunaan kondom.

Saat itu di Kabupaten kami tidak punya kondom, jadilah saya memborong banyak kondom di Jakarta kemudian mengajarkan para mantri akan pentingnya kondom, tak lupa kami ajarkan cara penggunaan kondom yang baik dan benar.

Setelah para mantri mengerti tentang pentingnya kondom dan cara menggunakannya maka saya jadwalkan penyuluhan rutin 2x seminggu di Puskesmas. Disanalah kami memberitahukan bahwa HIV itu berbahaya dan kondom tujuannya bukan melegalkan hubungan badan tapi lebih ke manfaat kesehatan.

Pertanyaan akan kondom pun dikemukakan pemuka agama setempat tapi Puji Tuhan kami menjawabnya dengan bijak sehingga para pemuka agama pun tidak menentang kampanye kondom kami. Akhirnya saya bisa membagikan kondom kepada mereka yang memang beresiko.

7. Nah sekarang kita ingin tanya yang santai aja nih, menurut kk Papua itu indah atau tidak?

Papua itu sangat indah. Pernyataan bahwa Papua adalah Surga Kecil Jatuh ke Bumi itu tra tipu. Benar sampe. Sa saksinya…

Gunung-gunung yang masih asli tak terjamah, udara yang segar bebas polusi merupakan anugrah dari Tuhan yang mencelikkan mata saya dan mengingatkan saya bahwa Tuhan itu luar biasa.

Pantai-pantai di Papua tiada bandingannya, saya sudah menjelajah ke beberapa daerah di Indonesia tapi tak saya temukan keindahan seperti pantai Papua. Belum lagi ikan segarnya yang nikmat tak terkira. Sungguh, Papua Indah sampeeee…..

8. Ada tempat atau lokasi tertentu yang bikin kk jatuh cinta saat berkeliling di papua?

Semua tempat yang saya injakkan kaki di Papua membuat saya jatuh cinta akan Papua.

Kata orang kalau belum sampai ke Pegunungan Tengah belum ke Papua, dan itu benar. Pusat kebudayaan dan kultur asli Papua adalah di Pegunungan tengah, jadi kalau mau bilang sudah ke Papua ya harus ke Lembah Baliem dan sekitarnya.

Jayapura dengan segala kemajuannya pun masih menyimpan kecantikannya. Danau Sentani dan bukit-bukit cantiknya membuat saya tenganga keheranan. Bagaimana tidak, turun dari pesawat kita dibuat terpesona dengan awan-awan yang bermanja-manja dengan bukit-bukit hijau. Ingin merasakan kabut ditengah kota, cobalah ke McArthur.

Ingin merasakan atmosfer yang sedikit berbeda datanglah ke Manokwari dengan kesederhanaan dan kesahajaan kotanya.

Dan tentu saja Raja Ampat, tak ada tandingan keindahan dan kekayaan alam yang dimiliki oleh Raja Ampat. Sasi Adat merupakan kunci keindahan yang terjaga. Tak ada tempat lain yang bisa menyamakan keindahan Raja Ampat.

9. Kalau untuk memilih travelling ke luar negeri atau meng-explore daerah Timur Indonesia, Kk Pilih mana?

Tentu saja sya pilih Timur Indonesia. Buktinya : sampai sekarang saya belum mau buat Passport.

10. Setelah sekian lama di Tanah Papua pasti kk sudah tau dong logatnya, bisa tulis dikit pake logat papua kak? “soalnya sa juga tra tau mau minta kk ngomong apa. :D”

Iyo, basodara semua yang baca website ini jang lupa akan asal basodara samua e, jang pikir kota saja, katong pu kampung-kampung perlu basodara samua untuk membangun dan menjaga katong pu kekayaan. Jang sampe katong hanya bisa carita saja ke katong pu ana cucu tapi tra bisa kasi liat katong pu indahnya Indonesia. Kembali sudah, bangun kita pu kampung-kampung supaya kita pu negara ini baik.

Jadi Mama, Bapa, Tete tong tunggu semua balek. Mari tong bikin Indonesia Timur majuuuuu sampeeee……

11. Dalam hal pemerataan pembangunan nih, kakak tau kan kalau daerah-daerah di Timur Indonesia terlambat dalam pembangunan, padahal kalau di kelola dengan baik potensi pariwisata di daerah timur Indonesia tidak kalah dari daerah-daerah lain bahkan luar negeri, tanggapan kakak soal hal tersebut?

Saya salah seorang warga Indonesia yang cukup fanatik akan bangsa Indonesia, artinya saya percaya negara ini punya potensi luar biasa dalam hal pariwisata, dan saya sendiri termasuk orang yang mengkampanyekan hal tersebut. Saya belum mau membuat passport, karena saya masih ingin mengeksplorasi keindahan alam Indonesia (terutama Indonesia Timur)

Kalau katanya mba Prita Laura, pariwisata Indonesia Timur Cuma kalah dibidang marketing dan Promosi, padahal potensinya luar biasa, bisa buat menghidupi anak cucu.

Jadi mari mulai sekarang mulai dari kita sendirilah yang harus mempromosikan dan mengunjungi Pariwisata Indonesia Timur, mahal sedikit sih tapi kan devisanya masuk ke negara ini juga, daripada jalan-jalan ke luar negri, lebih baik kita jalan-jalan dalam negri dan membantu perekonomian saudara-saudara setanah air kita sendiri.

12. Untuk anak anak muda dari Timur Indonesia. Menurut kk sendiri hal-hal apa lagi yang bisa di lakukan oleh anak-anak muda di daerah timur, untuk membantu mempromosikan pariwisata dan kebudayaan dari Timur?

Hal-hal yang bisa dilakukan anak-anak muda daerah Timur :

  • Gunakan bahasa daerahmu sehari-hari (maksudnya harus menguasai, jangan sampai bahasa itu punah karena tidak digunakan lagi)
  • Wajib menguasai minimal satu tarian daerahmu
  • Menggunakan pakaian adatmu dan berfoto kemudian upload ke soc med
  • Mengetahui sejarah dan asal-usul daerah kelahiranmu (atau kelahiran orang tuamu) alias Kembali Ke Akar, jangan lupakan asalmu
  • Kunjungi kampung halaman sesering mungkin, gali hal-hal unik dan menarik, foto dan posting di socmed mu pakai hashtag Indonesia atau nama daerahmu
  • Promosikan ke setiap orang bahwa daerah mu baik, bagus, punya kuliner unik dan tradisi yang menarik

Yang terakhir, meski kita hidup di dunia modern, jangan malu mengakui bahwa kita berasal dari daerah A atau B, meski anak perantauan atau pendatang di Jakarta tapi kita harus bangga bahwa kita berasal dari daerah yang pastinya punya keunikan masing-masing.

13. basodara.com ada sejak tahun 2011, dan secara aktif menceritakan daerah-daerah Timur Indonesia dengan cara yang kreatif agar dapat mengangkat dan mempromosikan daerah-daerah di Timur Indonesia untuk dapat dikenal oleh Indonesia sendiri maupun Internasional. Ada Masukan dari kakak buat basodara.com?

Masukan buat basodara.com adalah mempertahankan eksistensi dan melebarkan sayap untuk mengkampanyekan keindahan Indonesia Timur serta rasa bangga menjadi orang Indonesia Timur.

Mungkin nanti bisa melakukan wujud nyata copy darat anak Indonesia Timur atau bahkan membuat festival Indonesia Timur yang bisa berisi pagelaran musik, dan festival kuliner serta budaya Indonesia Timur yang kaya.

Basodara.com juga bisa menjadi jembatan silaturahmi saudara-saudara Indonesia Timur yang bsa menyalurkan apa yang menjadi isu sosial dan membantu menjembatani mencari solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi oleh saudara Indonesia Timur.

14. Pesan-pesan kakak buat semua anak-anak muda diluar sana khususnya dari daerah Timur Indonesia untuk mencapai yang mereka Impikan. 

“Hati yang terbuka dan telinga yang mau mendengar merupakan kunci untuk terus berkembang”

Jangan lupa juga doa dan kerja keras ya.

15. Bisa promote dikit tentang buku Kembali ke Timur, dan kenapa anak-anak muda harus baca buku tersebut? Hehe 😀

Anak-anak muda harus baca Buku Kembali Ke Timur karena dalam buku itu banyak menyajikan fakta menarik untuk kita sama-sama renungkan. Bahwa secara nyata bangsa ini perlu kerja nyata kita untuk maju. Kita gak bisa protes aja tapi tidak memberikan kontribusi nyata. Lihat, dengar, rasakan penderitaan saudara-saudara kita di Papua. Pikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi penderitaan mereka.

Buku ini membuat kita bertanya pada diri kita sendiri, “Apakah kita sudah bersyukur dengan keadaan kita sekarang? Apakah kita sudah berkontribusi secara nyata untuk bangsa ini? Dan Apakah sebagai anak muda kita sudah melakukan sesuatu bagi sesama manusia?”

Ingat sila ke 5 Pancasila dan jawablah dalam hati, apakah sudah terwujud? Bila belum, apakah kita sudah melakukan seuatu untu membuatnya terwujud?

Buku Kembali Ke Timur hanya dijual secara direct selling via WA ke 085715052423

RAPID FIRE QUESTION 🙂

  1. Sneakers atau High heels? High heels
  2. Bau ketek atau bau mulut? Bau mulut, kalau bau tinggal tutup aja mulutnya
  3. Agung Hercules atau Dedy Corbuzier? Dedy Corbuzier
  4. Lipstik atau bedak? Jelas LIPSTICK
  5. Gak mandi tapi make up atau make up tapi gak mandi? Make Up tapi Ga Mandi (sering gitu waktu di Papua)
  6. Discount atau Voucher? Discount
  7. Sepeda atau Motor? MOTOR
  8. Dress atau Jeans? Dress
  9. Menunggu atau Ditungguin? Ditungguin dong, kalau saya yang ditunggu pasti gak pake lama
  10. Pintar tapi pendiam, atau biasa aja tapi ramah? Biasa aja tapi ramah
  11. Jazz atau Rock? Rock!!

 

Berikan komentar anda disini..