Home People Who Inspire P.D. Indriastuty Ph.: #1MugBeras, Menulis, dan Komunitas Blogger NTT

P.D. Indriastuty Ph.: #1MugBeras, Menulis, dan Komunitas Blogger NTT

158
0
SHARE

Apa itu #1MugBeras? Mengapa kita harus menulis? Blogger NTT juga punya komunitas? Basodara.com punya jawabannya di sini!

Kami berkesempatan untuk mewawancarai seorang perempuan asal Ende, Nusa Tenggara Timur, yang akrab disapa Kak Tuteh. Siapa dia? Ayo kenalan! 😉

Kak Tuteh memiliki nama lengkap P.D. Indriastuty Ph. dan sekarang bekerja di Lembaga Publikasi Universitas Flores, Ende. Lahir di Ende, pada 29 Desember 1979, Kak Tuteh adalah orang yang banyak terlibat dalam kegiatan #1MugBeras untuk Rokatenda. Kegiatan ini adalah sebuah kegiatan untuk membantu korban-korban bencana Gunung Rokatenda yang meletus pada beberapa waktu yang lalu. Kak Tuteh mengungkapkan bahwa para pengungsi butuh perhatian dari kita semua, terlepas dari apakah pemerintah secara 100% fokus memerhatikan mereka atau tidak. Mengapa #1MugBeras? Kak Tuteh mengatakan bahwa ketika tanggal tua, jangankan Rp100.000, Rp10.000 saja orang enggan keluarkan untuk charity act seperti itu. Tapi di setiap rumah, dia yakin masih ada stok beras di panci-panci atau tempat-tempat penyimpanan beras. Dari situlah muncul ide #1MugBeras untuk korban bencana Rokatenda. Awalnya ada yang pesimis, cenderung menertawakan dengan anggapan apa yang bisa dilakukan dengan #1MugBeras?

image

Namun, pucuk dicinta, ulampun tiba. Ternyata yang merespon sebaliknya juga banyak. Mereka mengantar 1 mug beras sampai 1 karung beras ke basecamp komunitas, bahkan meminta Kak Tuteh dan teman-temannya untuk langsung mengambil beras di rumah-rumah. Jadinya, berkarung-karung beras. Itu masih yang offline. Yang terlibat secara online via transferan ke rekening komunitas jumlahnya juga tidak sedikit. Tidak disangka-sangka mencapai puluhan juta. Hingga saat ini, Kak Tuteh dan teman-temannya sudah 16 kali mengantar bantuan ke kamp pengungsi di Kecamatan Maurole, dari 1 desa kini menjadi 5 desa, mulai beras sampai pukat, mulai dari perkakas dapur sampai susu.

Di sela-sela kesibukannya, Kak Tuteh adalah ketua komunitas blogger Nusa Tenggara Timur. Komunitas ini bernama Flobamora Community (Twitter: @Flobamorata) dan memiliki anggota yang banyak tersebar di seluruh NTT, bahkan di luar NTT. Agar lebih mudah dalam koordinasi, Kak Tuteh memiliki data dalam tabel khusus. Biasanya masing-masing daerah ada yang bertanggug jawab. Anggota terbanyak berasal dari Kupang dan Ende, lalu ada juga di Maumere, dll, dan ada pula yang di luar NTT, yaitu anggota yang masih kuliah.

Selain itu, Kak Tuteh juga memiliki banyak karya dalam buku-buku antologi cerpen maupun novel. Baginya, menulis adalah tempat jiwa, jari, dan pemikiran saling merangkul. Dia suka menulis karena dengan demikian otaknya dapat membagi isinya ke dalam bentuk tulisan. Katanya sambil tertawa, “Bisa dibayangkan bila saya tidak menulis? Otak saya penuh sama ide, khayalan, dan lain-lain. Bisa depresi.” Proyek buku berikutnya berjudul Jao Fonga Ne’e Kau. “Tapi saya ragu publik mau menerima jenis cerita seperti itu, masih mencari pendapat kedua, ketiga, dan seterusnya,” begitu sambungnya.

Ketika ditanya mengenai tips menulis, Kak Tuteh mengakui tips berikut dia dapatkan dari seorang penulis yang berprofesi sebagai dokter, Kak Ully. Katanya, rajinlah menulis. Misalnya hari ini kita menulis cerpen, simpanlah, lanjutkan menulis yang lain. Seminggu kemudian, bacalah kembali cerpen yang kita tulis itu, maka kita pasti akan menemukan kekurangan-kekurangan, baru kemudian fix it. Tapi ingat, menurut pendapat pribadi Kak Tuteh, jangan menunggu tulisan kita sempurna untuk dibaca orang lain. Yakinlah, kritikan adalah penyempurna tulisan kita tanpa harus kehilangan gaya.

Nah, berikut ini adalah pembicaraan santai kami bersama Kak Tuteh.

Coba gambarkan diri Kak Tuteh dalam sebuah kalimat.

Iseng, usil, aneh.

Hal menakjubkan yang pernah terjadi dalam hidup?

Merawat Mamatua yang terkena stroke karena kami menolak beliau menggunakan kursi roda. Dalam 3 bulan perawatan pribadi di rumah, Mamatua saya bisa berjalan kembali. There’s a will, there’s a way.

Apa yang biasanya Kak Tuteh lakukan untuk menghabiskan waktu luang?

Ini nih jawabannya banyak hahaha. Kalau waktu luangnya panjang, saya melancong hehehe. Kalau waktu luangnya sedikit, saya membaca, menulis, menonton teve khusus NatGeo dan Fox, menonton film, dan ehem.. Bermain game hahahaha.

Pengalaman paling menegangkan di hidup Kak Tuteh yang pernah dialami?

Ada dua. Pertama, waktu taken kontrak sesaat sebelum terbang paralayang. Waktu itu saya musti menulis 3 nomor HP dari orang-orang terdekat seandainya saya meninggal karena kecelakaan teknis paralayang. Kedua, ketika pesawat yang saya tumpangi dari Jakarta ke Jogja mengalami sesuatu yang disebut seconds from death. Sudah terhentak, terhempas, orang-orang muntah, dan landing dengan kondisi sayap goyang kayak orang linglung.

Pernah dengar basodara.com sebelumnya? Kalo iya, pendapat Kak Tuteh tentang web ini?

Pernah, dari Arystha. Web ini bukan sekadar bagus. Artinya? Lebih dari bagus!

Masukan untuk basodara.com 😉
Update yang rutin. Penting itu!

Pesan dan kesan?

Pesannya update yang rutin dan rajin-rajinlah mempromosikannya via sosmed ya. Itu dua hal yang saling mendukung, bersinergi. Oya, satu lagi, carilah hal-hal paling unik dan paling tidak ngetop dari masing-masing daerah… Itu keren 😀

 

Wah, terima kasih banyak, Kak Tuteh, untuk pengalaman dan inspirasinya. Semoga kita bisa lebih peduli lagi terhadap orang lain dan juga semangat untuk menulis.

Mari berkarya, mari menulis! 🙂

Berikan komentar anda disini..