Home People Who Inspire Sandra Olivia Frans: Dokter yang Hobi Menulis

Sandra Olivia Frans: Dokter yang Hobi Menulis

347
0
SHARE

Muda, cantik, aktif. Sandra Olivia Frans atau Dokter Sandra. Begitu panggilan akrab dokter PTT di puskesmas Kota SoE, Timor Tengah Selatan. Dokter Sandra adalah salah satu perempuan inspiratif NTT yang diwawancarai oleh Basodara.com beberapa waktu yang lalu.

Dokter Sandra bercerita, bahwa menjadi dokter baginya adalah kombinasi antara pilihan, panggilan, mujizat dan keberuntungan. Disebut mujizat dan keberuntungan karena jika pada saat itu Dokter Sandra tidak lulus di ujian masuk perguruan tinggi negeri, maka ceritanya akan menjadi berbeda. Baginya, karena campuran empat hal itu maka dia bisa menamatkan sekolah di perguruan tinggi yang baik, biaya murah sekaligus dapat beasiswa dari daerah.

Pengalaman menarik ketika bertugas di SoE terutama saat menangani bayi-bayi asfiksia (bayi biru), kata Dokter Sandra, dia bisa melihat betul perjuangan seorang manusia kecil untuk hidup dengan alat yang terbatas di puskesmas. Selain itu, pengalaman lainnya jika berhadapan dengan pasien yang ‘sekarat’ atau pasien dengan penyakit berat tapi tetap bertahan, maka Dokter Sandra akan kembali diingatkan untuk lebih menghargai hidup juga lebih menghargai waktu.

Selain mengabdi menjadi dokter, Dokter Sandra juga memberikan perhatian terhadap sastra di NTT. Terbukti, buku kumpulan cerpen yang berjudul Hawa berhasil diterbitkan pada tahun 2012. Buku kumpulan cerpennya ini banyak berkisah tentang perempuan. Dokter Sandra memiliki alasan khusus mengapa menjadikan perempuan sebagai objek dalam bukunya. Dia mengatakan, karena dia perempuan dan dia dikelilingi oleh banyak perempuan hebat. Proyek buku berikutnya direncanakan akan diterbitkan tahun 2014 bersama dua orang rekan lainnya.

Kesukaannya terhadap menulis ini muncul karena dari kecil, Dokter Sandra sudah menyukai ‘curhat’ di buku harian. Seiring berjalannya waktu, media blog kemudian dimanfaatkan untuk menulis sejak kuliah sampai saat ini. Kata Dokter Sandra, “Menulis itu dari hati. Tulis apa saja yang kita suka. Menulis itu terapi, jadi bagi saya ampuh untuk menenangkan hati atau berbagi beban. Tidak usah terikat dengan teknik penulisan, tata kalimat dan sebagainya. Untuk pemula, cukup menulis. Kalau kita menikmati hasil tulisan kita, orang lain pun akan merasa demikian.”

Nah, ini dia bincang-bincang singkat kami dengan Dokter Sandra.

Coba gambarkan diri Dokter Sandra dalam sebuah kalimat.

Saya, perasaan dan impian adalah serupa angin, beberapa menyangka tak tentu arah, padahal tidak ada angin yang tak bertujuan.

Hal menakjubkan yang pernah terjadi dalam hidup?

Akhirnya bisa mengalahkan rasa takut untuk membawa motor sendiri. Hehe.

Apa yang biasanya Dokter Sandra lakukan untuk menghabiskan waktu luang?

Membaca, menulis juga bersosialisasi lewat bertemu langsung maupun sosial media 🙂

Pengalaman paling menegangkan di hidup Dokter Sandra yang pernah dialami?

Waktu ujian kompetensi dokter Indonesia.

Pernah dengar basodara.com sebelumnya? Kalo iya, pendapat Dokter Sandra tentang web ini?

Sudah follow Twitternya dan diberitahu sekilas oleh Ayu (salah satu kontributor basodara.com—red.) Beta mendukung sekali dengan basodara.com dan beta berharap anak NTT dapat terinspirasi, mengembangkan potensinya di sini. Semoga dengan ini bisa mendorong anak NTT untuk berkarya dan bisa membawa harum nama NTT ke luar.

Masukan untuk basodara.com?

Belum ada.

Pesan dan kesan?

Pesan: Ini adalah awal yang baik, semoga tetap konsisten, apapun yang akan jadi tantangan ke depan, maju terus. Pertahankan hal yang sudah baik dimulai ini.

Kesan: terima kasih banyak sudah mau ingin tahu terhadap kehidupan sederhana saya ini.

 

Nah, demikian wawancara bersama Dokter Sandra. Pengabdiannya sebagai dokter dan hobi menulis adalah kombinasi yang bagus lho. Nah, apa pengabdian dan hobimu, basodara? 🙂

Berikan komentar anda disini..