Home Uncategorized 10 Pertanyaan Ingin Kalian Ajukan Pada Terapis Khusus Anjing

10 Pertanyaan Ingin Kalian Ajukan Pada Terapis Khusus Anjing

43
0
10-pertanyaan-ingin-kalian-ajukan-pada-terapis-khusus-anjing

Banyak dari kalian mungkin mulai konseling psikologi sejak pandemi. Berkurangnya interaksi sosial meningkatkan rasa kesepian. Siklus berita buruk yang tiada henti juga membuat kita lebih rentan mengalami masalah kejiwaan. Namun, tahukah kalian bahwa bukan hanya manusia yang membutuhkan bantuan psikologis? Anabul kesayangan kita juga berhak hidup dalam kondisi mental yang sehat.

Penelitian tahun 2019 menemukan dari 13.000 ekor anjing yang diamati, 70 persennya menunjukkan gejala kecemasan yang, salah satunya, disebabkan oleh suara keras. Sementara itu, 29 persen anjing memiliki ketakutan baik terhadap anjing lain, lingkungan baru maupun orang asing. Permasalahannya adalah makhluk berkaki empat ini tidak dapat berbicara, sehingga tidak dapat mengekspresikan apa yang dirasakan olehnya. Anjing yang berubah agresif atau suka merusak bisa jadi mengalami kecemasan, kejenuhan, PTSD dan kondisi mental lainnya.

Namun, pemilik kerap menyalahartikan masalahnya sebagai perilaku nakal. Tidak sedikit yang membuang hewan peliharaan mereka atau menelantarkannya di shelter ketika sudah tidak sanggup mengurusnya. Padahal, dengan bantuan profesional, mereka dapat menghindari skenario yang lebih ekstrem dan meningkatkan kualitas hidup kedua belah pihak.

Vlad Vancia sudah sembilan tahun mendalami profesi sebagai terapis anjing. Dia memang tertarik dengan perilaku hewan sejak masih kecil, sehingga dia mengambil jurusan biologi di perguruan tinggi dan memulai karier di kebun binatang. Atas dorongan dari tempat kerjanya, lelaki 37 tahun yang berbasis di kota Cluj-Napoca, Rumania mulai mengikuti kursus dan lokakarya internasional guna mempelajari lebih lanjut cara mendiagnosis masalah mental berdasarkan perilaku dan bahasa tubuh anjing.

VICE menghubungi Vlad untuk menggali lebih dalam seperti apa pekerjaannya sehari-hari, dan mencari tahu apa yang bisa dilakukan manusia untuk meningkatkan hubungan dengan peliharaan kesayangan mereka.

Lelaki berjenggot lebat dan anjing german shepherd berbulu cokelat

Vlad foto bersama anjing yang juga bernama Leia. German Shepherd ini dulunya gampang cemas, tapi sekarang suka diajak jalan-jalan.

VICE: Hai, Vlad. Bisa diceritakan sedikit mengenai pekerjaan terapis perilaku anjing?

Vlad Vancia: Saya membantu anjing yang menunjukkan masalah perilaku, seperti mudah cemas, agresif, menggonggong berlebihan, kurang percaya diri, dll. Saya berusaha mencari akar penyebabnya dan memberikan pelatihan yang tepat untuk mengatasinya.

Saya juga melibatkan pasangan manusianya karena mereka sangat memengaruhi perilaku anjing. Saya sengaja tidak memakai istilah seperti “pemilik”. Banyak orang yang kesal saat anjing mereka tidak menurut. Mereka berekspektasi seperti ini karena mereka menganggap mempunyai rasa kepemilikan atas anjingnya. Ekspektasi ini bisa disingkirkan kalau saja kita memperlakukan anjing layaknya pasangan.

Mengapa anjing membutuhkan bantuan terapis perilaku?

Sayangnya, sebagian besar anjing tak lagi menjalani hidup sesuai perannya. Anjing makhluk sosial yang cerdas dan kompleks secara emosional. Kebutuhan mereka semakin ke sini semakin jarang terpenuhi. Mereka tak hanya membutuhkan rangsangan fisik, tetapi juga secara mental.

Banyak masalah perilaku terjadi pada anjing yang bosan atau memiliki masalah seputar ras. Contohnya, anjing bull terrier bisa terobsesi mengejar ekor. Masalah perilaku ini dapat menurunkan kualitas hidup anjing, dan ada bull terrier yang tak mampu mengendalikannya. Kalian bisa menemui terapis perilaku anjing jika ingin membuatnya bahagia atau kalian ingin lebih memahami anjing.

Bagaimana kamu bisa mengetahui pikiran atau perasaan anjing?

Hewan ini untungnya dapat menyampaikan apa yang dirasakan. Jika kalian mengerti bahasa tubuhnya dan mengetahui asas-asas psikologi anjing, kalian bisa memahami isi kepalanya. Kalau anjing menjilat mulut padahal tidak ada minuman atau makanan di dekatnya, bisa jadi anjing itu merasa khawatir, tidak nyaman atau stres. Jika kita mengenali tanda-tanda ini, kita bisa mengatasi masalahnya sebelum bertambah parah.

Seperti apa sesi terapinya?

Pertama-tama, saya akan berkenalan dengan anjing dan mencari tahu penyebab masalahnya. Saya lalu membacakan diagnosisnya kepada pasangan manusia, dan kemudian kami mendiskusikan rencana pelatihan yang dipersonalisasi bersama. Latihan baru berakhir setelah anjing bisa ditinggalkan sendirian di rumah [dalam kasus anjing merasa cemas jika ditinggal sendirian], tidak lagi agresif terhadap orang asing atau sesama anjing, tidak takut diajak jalan-jalan, dll.

Apa kesalahan yang paling sering dilakukan pemilik?

Kurang memahami biologi dan kebutuhan anjing mereka [berdasarkan rasnya].

Masalah besar lainnya berkaitan dengan hukuman. Manusia hidup dalam masyarakat yang memberlakukan hukuman. Yang membedakan manusia dengan binatang adalah, kita cenderung mengetahui alasan kenapa kita dihukum.

Manusia tidak dapat berkomunikasi dengan anjing secara kompleks, jadi anjing takkan pernah paham alasan mereka dihukum. Hal ini bisa menimbulkan trauma dan membuat anjing takut pada kita. Terkadang hukuman bisa membuat anjing agresif. Ibaratnya seperti kalian sedang di luar negeri dan tidak memahami bahasa lokal, tapi tiba-tiba orang mengajak kalian bertengkar. Empati sangat penting dalam merawat anjing atau hewan lain.

Seperti apa perilaku anjing yang rewel? Bagaimana jadinya jika pelatihan tidak berhasil?

Saya paling suka menangani anjing yang susah diatur. Anjing-anjing ini paling menantang dan menuntut saya untuk lebih kreatif, lebih jeli dalam membaca sikap dan mengajukan lebih banyak pertanyaan. Seekor anjing bisa menjadi sulit diatur karena memiliki masalah kejiwaan yang merupakan bawaan dari lahir, mengembangkannya selama hidup, atau karena masalah hormon. Misalnya, anjing bisa lebih agresif karena peningkatan kadar testosteron. Bisa juga karena anjing diajari berperilaku seperti itu. Perilaku yang manusia anggap sebagai bandel mungkin merupakan mekanisme koping yang membantu anjing bertahan hidup di masa lalu. Anjing hamil yang kualitas hidupnya buruk juga bisa melahirkan anak-anak yang mudah cemas. Karena itulah penting sekali bagi kita untuk mengadopsi atau membeli anjing dari tempat yang memperhatikan kesejahteraannya.

Anjing seperti ini masih bisa dilatih hingga terbiasa dengan perilaku lain yang sama efektif dan tidak membawa masalah bagi pemilik dan masyarakat. Jika saya gagal mengubah perilakunya, dokter hewan akan meresepkan obat yang dapat digabungkan dengan pelatihan perilaku.

Apa yang bisa orang lakukan untuk meningkatkan hubungannya dengan anjing peliharaan?

Hubungan yang sehat dibangun dengan kepercayaan. Itu berarti kalian memercayai keputusan anjing, dan anjing memercayai kalian. Agar hubungan ini tercipta, perilaku kalian harus konsisten dan melakukan aktivitas sehari-hari bersama, seperti latihan modern berdasarkan hadiah positif, olahraga, dan aktivitas macam latihan kelincahan dan penciuman. Penting juga bagi kalian untuk mengajaknya bermain dengan benar.

Apa yang bisa membuat anjing depresi? Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi ini?

Anjing bisa depresi apabila kebutuhannya tidak terpenuhi untuk waktu yang lama. Beberapa yang paling penting di antaranya adalah kebutuhan akan rasa aman, interaksi sosial, kebebasan atau stimulasi mental.

Proses penyembuhannya bisa dimulai dengan memenuhi kebutuhan tersebut. Rasa ingin tahu adalah bagian dari sistem emosional yang dapat melawan depresi, bahkan pada manusia sekali pun. Kita bisa menumbuhkan rasa ingin tahu anjing melalui berbagai strategi pengayaan perilaku. Kalian bisa menggunakan tempat makan puzzle [objek yang melatih hewan mengambil makanan pakai tangan atau hidung] dan mendorong anjing untuk mencobanya. Ini akan mengajarkan banyak hal baru yang menyenangkan, menarik dan memberikan hadiah.

Katanya anak kaki empat akan menuruti perintah pemilik jika kalian bertindak seperti alpha. Mitos atau fakta?

Mitos! Profesi saya mengandalkan informasi ilmiah (biologi, etologi, psikologi, kedokteran, antropozoologi, dll.). Tapi hingga saat ini, belum ada yang bisa membuktikan konsep “alpha” secara ilmiah. Sebaliknya, beberapa penelitian menunjukkan perilaku ini dapat merusak hubungan [anjing dengan pemilik] dan memengaruhi kualitas hidup anjing. Akan jauh lebih efektif jika hubungannya didasarkan pada kerja sama dan kepercayaan.

Apa yang membuat hubungan manusia dengan anjing begitu istimewa?

Penelitian terbaru menunjukkan, otak akan melepaskan hormon oksitosin saat kita menatap mata anjing, sama halnya seperti ketika ibu menatap anaknya. Anjing merupakan spesies hewan pertama yang berhasil dijinakkan manusia, lebih dari 15.000 tahun lalu. Selama ini, kita bagaikan tuhan yang menentukan ciri khas setiap ras anjing. Selain penampilan fisik, manusia memilih dan membiakkan anjing yang paling jinak dan penyayang — anjing-anjing yang mau berinteraksi dengan kita.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Romania.