Home Uncategorized Berikut Hal Paling Berat Saat Mengurus Anak, Menurut Para Orang Tua

Berikut Hal Paling Berat Saat Mengurus Anak, Menurut Para Orang Tua

138
0
berikut-hal-paling-berat-saat-mengurus-anak,-menurut-para-orang-tua

Kebanyakan temanku sekarang sudah punya momongan. Okta dan Gina sibuk mengurus bayi di tengah kuliah S2 dan S3-nya. Anak Doni—temanku yang hidupnya blangsak semasa remaja—bahkan sudah balita. Seorang teman konserku juga sedang hamil sekarang.

Isi feed Instagram ikutan berubah. Yang dulunya penuh selfie, foto habis party dan kata-kata mutiara, sekarang jadi foto-foto anak kecil menggemaskan. Si A bikin Insta Story bayinya baru belajar makan, si B mengunggah foto anaknya lagi berenang. Walaupun postingan semacam ini kelihatannya selalu menyenangkan, kita semua tahu mengurus buah hati bukanlah pekerjaan mudah. Sebagian besar waktu orang tua tersita untuk anak.

Kepada VICE, sejumlah orang tua buka-bukaan soal bagian tersulit dari membesarkan anak. Berikut tanggapan mereka:

1555078700405-grahamsparents

Bayi Graham berfoto bareng ayah dan ibu.

“Enggak ada yang namanya privasi. Saya mesti mengajak anak balitaku ke kamar mandi kalau mau boker.” — Isaac Klein

“Saya jadi jauh dari teman-teman yang belum punya anak. Saya kangen mereka, tapi saya cuma bisa ngomongin soal anak saat berkumpul bersama teman. Saya enggak punya topik lain buat dibicarakan. Selain itu, saya merasa kesepian sejak jadi ibu rumah tangga.” — Kaitlyn Cinovskis

“Orang hobi menasihati dan mengkritik cara saya membesarkan anak, padahal saya enggak minta saran mereka.” — Issa Diao

“Sejauh ini, saya enggak menyangka bisa punya anak kembar. Kayak sulit dipercaya saja gitu. Perasaan bahagia, takut, dan cemas campur aduk ketika menyadari ada dua mulut yang harus dikasih makan.” — penyanyi/penulis lagu Dave Hause

“Tiba-tiba segalanya terasa seperti krisis ketika kalian menjadi orang tua. Taruhannya terlalu tinggi setiap waktu. Kalian sampai lupa dengan diri sendiri untuk memastikan anak hidup dengan nyaman. Kalian juga sering mengkhawatirkan yang enggak-enggak. Bagaimana kalau anak alergi sehabis makan kacang. Bagaimana kalau ada yang menjahati mereka saat bermain… Rasanya saya enggak bisa istirahat sama sekali selama lima tahun terakhir.” — Haley Gienow-McConnell

“Ngobrol dengan orang tua lain.” — Mike Cinovskis

“Di satu sisi, saya ingin melindungi anak dari segala rasa sakit dan kesulitan. Tapi di sisi lain, saya enggak mau mereka tumbuh dengan sifat penakut dan enggak bisa ngapa-ngapain. Saya kesal dengan kenyataan rasa sakit dan kesulitan adalah bagian penting dalam proses pembelajaran dan pertumbuhan anak. Sedih sekali rasanya melihat anak berjuang melewati kesulitan yang dihadapi.” — Megan Mooney

“Saya merasa kehadiranku sebagai orang tua masih kurang. Saya harus giat bekerja demi anak, tapi terkadang saya merasa hidupnya akan jauh lebih baik jika saya sering menyisihkan waktu untuknya.” — Geoff G.

1555077750594-Graham-Isador-and-Alex-Brown-1

Graham kecil memegang batang kayu

“Bagian tersulit adalah menahan diri enggak pingsan saat dokter memasang selang infus ke tangan istri. Dia bete banget melihat saya kucur begini, tapi untung saya baik-baik saja saat menemani istri lahiran.” — Ramon S.

“Bagi saya, belum mendapat pekerjaan tetap dan sering salah menentukan prioritas. Saya merasa bersalah dalam banyak hal.”  — Kristen Campbell

“Menjadi teladan bagi anak. Hidupku enggak ada bagusnya dulu, tapi sekarang harus mencontohkan yang baik-baik kepada anak.” — Victoria Vamos

“Saya merasa enggak pernah tahu harus melakukan apa. Setiap kali saya mengira sudah menjadi orang tua yang baik, anak akan bertumbuh dewasa dan memasuki fase baru dalam hidupnya. Dan kalian harus mengulang dari awal lagi…” — Sarah Cohen

“Ibu menjenguk ketika saya habis melahirkan Sloane. Suatu hari, kami makan malam di luar bersama dan saya membawa Sloane yang masih berusia beberapa minggu. ‘Rasa cemas ini bakalan hilang kan nanti?’ tanyaku kepada ibu. Dan ibu menjawab, ‘Perasaan cemas akan selalu menyertaimu. Yang ada cuma berubah-ubah tergantung anaknya.’” — Lucy Eveleigh

Beberapa nama telah diubah.

Follow Graham Isador di Twitter.