Home Uncategorized Buletin Feeling Good: Kompilasi Kabar Baik dari Indonesia, di Tengah Rentetan Bencana

Buletin Feeling Good: Kompilasi Kabar Baik dari Indonesia, di Tengah Rentetan Bencana

94
0
buletin-feeling-good:-kompilasi-kabar-baik-dari-indonesia,-di-tengah-rentetan-bencana

Januari 2021 sekilas kayak pengulangan suram awal 2020. Setiap hari kita dapet setoran berita sedih [di medsos] yang bikin semangat susah naik. Coba menghindari berita, eh ada tubir di mana-mana. Tapi hidup kan harus jalan terus sehingga kita perlu suntikan sedikit kabar menggembirakan.

VICE mengajak kamu menarik diri sejenak dari update kecelakaan pesawat, kabar banjir, gempa, dan erupsi, maupun perkembangan kasus harian Covid-19 yang terus memecahkan rekor. Berikut beberapa kabar menyenangkan dari Indonesia setelah pergantian tahun.

Rumah produksi film dokumenter WatchdoC dapat penghargaan Special Prize of The 2021 Gwangju Prize for Human Rights (SPGPHR)

Konsisten terus berpihak pada hak asasi manusia lewat karya-karya jurnalisme, rumah produksi WatchdoC diganjar penghargaan oleh The May 18 Memorial Foundation. Hadiah ini adalah simbol apresiasi dari organisasi penegakan HAM dan demokrasi asal Korea Selatan tersebut kepada individu atau organisasi yang berjuang memulihkan keadilan dan menegakkan keadilan HAM di negara masing-masing. Sebelum WatchdoC, majalah Tempo pernah menerimanya pada 2013. 

Buat yang belum tahu, WatchdoC berdiri sejak 2009 dan telah merilis 165 film dokumenter, 715 feature televisi, dan 45 video komersial dan non-komersial. “Sexy Killer”, dokumenter tentang lingkaran elite tambang di lingkaran kontestan pilpres 2019 silam menjadi dokumenternya yang paling banyak ditonton di YouTube.

RUU PKS kembali masuk prolegnas!

Diusulkan sejak 2012, delapan tahun penuh perjuangan mengkritik sikap legislatif yang terus menunda aturan melawan kekerasan seksual menghasilkan harapan baru. Diberitakan pada 15 Januari, DPR RI resmi memasukkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021.

Dengan demikian, aturan ini akan didahulukan untuk dibahas DPR RI tahun ini. Semoga jadi berita baik buat korban kekerasan seksual, fisik dan non-fisik, yang udah enggak sabar menyeret pelaku masuk bui. 

Tugas selanjutnya menanti: mengawal RUU PKS agar tetap dan selalu berpihak pada korban. “Komnas Perempuan mengapresiasi DPR RI yang telah menetapkan RUU PKS dalam Prolegnas Prioritas 2021. RUU PKS diusulkan sejak 2012, artinya, pengesahannya sudah delapan tahun ditunda. RUU PKS ini merupakan undang-undang yang disusun berbasis pengalaman korban, pendamping korban, dan pihak pemerintah yang berkepentingan,” kata Komisioner Komnas Perempuan Theresia Iswarini kepada Detik.

Cara Kreatif Pemuda Lamongan menjadi wibu sejati viral

Tanda tanganku, otoritasku. Saiful Bahri, pemuda 17 tahun asal Lamongan, Jawa Timur, mengekspresikan identitasnya sebagai wibu kaffah dengan menjadikan simbol Desa Konohagakure, wilayah fiktif di semesta anime Naruto, sebagai bentuk tanda tangan pribadinya di KTP. Saat ditanya alasannya, Saiful menjawab selayaknya penggemar sejati. “Guru di SMP juga bilang bila tanda tangan saya ini unik. Dia sempat tanya, dan saya jawab jika saya memang penggemar Naruto,” kata Saiful kepada Kompas

Doi yang sudah menggunakan tanda tangan Konoha saat Ujian Nasional tingkat SMP dan pas bikin KTP mengaku hidup berjalan baik-baik saja. Kalau sudah begini, tinggal tunggu waktu saja simbol Sunagakure dan Kirigakure dipakai remaja lain sebagai tanda tangan KTP. Kelak mereka bisa berkumpul dan merapatkan masa depan dunia shinobi.

Greysia Polii dan Apriani Rahayu juarai Thailand Open

Tidak ada yang lebih membahagiakan dibanding mendengar atlet badminton kita masih eksis mendominasi kompetisi bulu tangkis dunia. Pada Yonex Thailand Open 2021, ganda putri terbaik Indonesia Greysia Polii/Apriani Rahayu menyabet medali emas setelah mengalahkan ganda putri Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai di final, dua set langsung (21-15, 21-12).

Greysia Polii mencatatkan diri sebagai pemain pertama yang menyabet juara Thailand Open sampai empat kali. Doi udah memenangi turnamen ini pada 2017, 2018, dan 2021 bersama Apriyani. Sedangkan pada 2013, Greysia menang bareng pasangan lain, Nitya Krishinda Maheswari.

Selingan debat gentrifikasi berupa komedi-komedi segar

Tak henti-hentinya VICE bersyukur dengan bakat melawak yang dimiliki penduduk negara ini. Kerusuhan maya yang dipicu cuitan WN Amrik Kristen Gray memang membuka pandangan beberapa dari kita bahwa dampak kedatangan turis asing berduit banyak enggak selalu bagus buat kondisi sosial-ekonomi Bali. Namun, pencerahan sesungguhnya adalah bagaimana kita begitu kuat, bersatu padu di bawah panji komedi melawan common enemy.

Di situasi kayak gini, skill melawak emang sangat diperlukan masyarakat, bangsa, dan negara.