Home Uncategorized Dua Petinggi Pornhub Mundur, Diduga Akibat Alami Rentetan Skandal

Dua Petinggi Pornhub Mundur, Diduga Akibat Alami Rentetan Skandal

26
0
dua-petinggi-pornhub-mundur,-diduga-akibat-alami-rentetan-skandal

Dua petinggi Mindgeek, perusahaan bisnis konten pornografi terbesar di dunia, mundur dari posisinya sejak 20 Juni 2022. Mindgeek merupakan perusahaan induk bagi situs-situs bokep yang punya reputasi ternama, di antaranya Pornhub, YouPorn, RedTube, hingga Brazzers.

Feras Antoon yang berstatus sebagai CEO Mindgeek meninggalkan posisinya meski akan tetap menjadi salah satu pemegang saham utama. Bersama dengannya, Direktur Operasional David Tassillo ikut keluar. Keduanya sudah menjalankan peran sebagai CEO dan COO selama 14 tahun terakhir.

Juru bicara Pornhub tidak merinci detail alasan apa yang membuat dua bos besar mereka mengundurkan diri dari perusahaan. Mereka hanya beralasan bahwa keputusan ini dipengaruhi perubahan pola bisnis.

“Perusahaan ini sedang memposisikan diri untuk bisa mendapat celah pertumbuhan jangka panjang. Karenanya, sisa direksi lain di Mindgeek secepatnya akan mencari pengganti Antoon dan Tassillo sembari tetap menjalankan roda operasional sehari-hari,” demikian keterangan tertulis Pornhub saat dikonfirmasi Motherboard.

Antoon bersama Tassillo membeli Mindgeek dari pemilik sebelumnya, Fabian Thylmann, pada 2013. Perusahaan yang dulunya bernama Manwin itu sudah memiliki portofolio beberapa situs bokep, tapi kurang dikelola secara serius. Antoon dan Tassillo yang lantas merumuskan serta mengakuisisi aset-aset bokep internet lain, menjadi satu payung besar Mindgeek.

Kendati alasan mundur itu tidak diungkap oleh humas Pornhub, namun Mindgeek dua tahun belakangan kerap diterpa masalah. Mereka diserang oleh kelompok konservatif anti-pornografi di Amerika Serikat dan Kanada, lewat kampanye online pada 2020 yang targetnya menutup permanen situs-situs bokep. Tak hanya itu, laporan investigasi dari New York Times bahwa Mindgeek secara sadar memfasilitasi perdagangan manusia serta pornografi anak memicu kecaman pegiat HAM dan feminis. Alhasil, Visa serta Mastercard, dua perusahaan layanan pembayaran, menolak bekerja sama sementara dengan Mindgeek sampai problem tersebut dibenahi. Tanpa didukung Visa atau Mastercard, pelanggan hingga bintang bokep di bawah naungan Pornhub tidak bisa bertransaksi.

Namun skandal terbesar tentu saja menyangkut seri “Girls Do Porn”, sebuah tayangan pornografi yang ternyata menjebak gadis-gadis di bawah umur menjadi bintang bokep tanpa sepengetahuan mereka. Pada 2021, sebanyak 50 korban Girls Do Porn resmi mendapat ganti rugi dari Mindgeek lewat gugatan pengadilan. Akibat terkuaknya skandal ini, seorang lelaki membakar rumah mewah milik Antoon di Kota Montreal, Kanada. Di luar skandal itu, Mindgeek mendapat pesaing dalam wujud platform streaming macam OnlyFans, yang popularitasnya merebak berkat pandemi.

Melalui keterangan tertulis, Mindgeek berjanji bahwa perubahan kepemimpinan ini tidak akan mengganggu jalannya situs-situs mereka. Para aktor dan aktris porno di bawah naungan Mindgeek tetap bisa bekerja seperti biasa. “Kami sedang merumuskan pola bisnis baru untuk memonetisasi konten digital, serta mengedepankan keuntungan bagi para model yang bergabung bersama kami,” demikian ujar juru bicara Mindgeek.