Home Uncategorized Fosil Mirip ‘Monster Loch Ness’ Ditemukan, Apakah Bukti Mahluk Mitos itu Nyata?

Fosil Mirip ‘Monster Loch Ness’ Ditemukan, Apakah Bukti Mahluk Mitos itu Nyata?

23
0
fosil-mirip-‘monster-loch-ness’-ditemukan,-apakah-bukti-mahluk-mitos-itu-nyata?

Plesiosaurus yang menjelajahi lautan pada zaman dinosaurus ratusan juta tahun lalu, kini menyandang status ikonik dalam budaya pop modern. Bukan ukurannya saja yang raksasa—dapat mencapai panjang hingga 24 meter—wujud reptil laut berleher panjang ini mirip Monster Loch Ness yang dipercaya bersembunyi di kedalaman danau Skotlandia.

Hasil pengamatan telah menemukan tanda-tanda makhluk laut purba satu ini berevolusi menjadi hewan air tawar, menunjukkan kemampuan adaptasi yang amat mengesankan. Dan baru-baru ini, temuan fosil “plesiosaurus air tawar pertama dari Maroko” menambah kepingan teka-teki seputar spesies tersebut. Dijelaskan dalam jurnal Cretaceous Research, fosil dewasa dan anak-anak itu kemungkinan milik hewan yang hidup sekitar 100 juta tahun lalu di sungai yang kini berubah menjadi Gurun Sahara.

Penelitian terbaru mengungkap bukti keberhasilan plesiosaurus dalam beradaptasi di air tawar, tapi pemberitaan justru mengalihkan fokus utama temuannya ke Monster Loch Ness. Banyak media menitikberatkan ucapan peneliti yang mengatakan keberadaan makhluk dongeng asal Skotlandia cukup “masuk akal”.

Nick Longrich selaku ahli paleontologi University of Bath yang menjadi penulis senior dalam studi tersebut, memutuskan untuk buka suara. Melalui email yang diterima Motherboard, rubrik teknologi VICE, dia menekankan kecilnya kemungkinan plesiosaurus air tawar hidup di danau Skotlandia.

“Mungkinkah plesiosaurus hidup di danau Loch Ness? Sangat tidak mungkin,” tandas Longrich. Dia mengatakan, penemuan fosil terbaru memang telah menjawab pertanyaan terkait kemampuan plesiosaurus hidup di air tawar, tapi masih banyak misteri yang perlu dipecahkan soal makhluk ini.

“Saya tak yakin danau seukuran Loch Ness dapat menampung populasi plesiosaurus,” lanjutnya. “Luas danau itu hanya 22 mil persegi (56,4 km persegi). Sejauh ini, Danau Baikal [di Rusia] merupakan satu-satunya danau yang diketahui menampung mamalia laut, seperti anjing laut Baikal. Luasnya 12.000 mil persegi (31.7222 km persegi)—500 kali lipat lebih luas daripada Loch Ness.

“Hanya area berukuran besar yang mampu menampung hewan sebesar plesiosaurus, sehingga itu artinya Loch Ness tidak masuk kualifikasi.”

Longrich juga menyoroti pembentukan danau Loch Ness sekitar 10.000 tahun lalu, sedangkan Danau Baikal sudah ada sejak 25 juta tahun silam. Asal-usul danau Baikal yang kuno menandakan kemungkinan “keluarga ikan endemik yang aneh” berkembang biak di sana, dan “menciptakan ekosistem dunia unik yang tidak dapat ditemukan di tempat lain”.

“Loch Ness tidak setua itu. Ditambah lagi, Skotlandia masih dilapisi es sekitar 10.000 tahun lalu. Bagaimana bisa Nessie [sebutan monster Loch Ness] bertahan hidup di bawah gletser?”

Menurutnya, catatan fosil menunjukkan plesiosaurus terakhir kali ditemukan 66 juta tahun lalu. “Seberapa besar kemungkinan plesiosaurus bertahan selama 66 juta tahun tanpa pernah ditemukan fosilnya? Ini bukan hal mustahil, mengingat coelacanth adalah garis keturunan hidup yang keluar dari catatan fosil setelah 66 juta tahun lalu. Tapi tetap saja tidak mungkin.”

Penelitian terbaru membuktikan plesiosaurus air tawar bukan dongeng belaka. AKAN TETAPI, makhluk ini ditemukan di tempat lain, bukan di danau Loch Ness. Temuannya menawarkan penjelasan lebih baik mengenai hewan laut yang berakhir di habitat tak terduga.

“Transisi antara lingkungan air tawar dan laut, begitu juga sebaliknya, merupakan peristiwa evolusi yang signifikan,” tutur Longrich. “Tidaklah mudah bagi hewan air tawar bertahan hidup di air laut yang asin, begitu juga sebaliknya. Transisi ini membuat kita penasaran kenapa hewan melakukan hal tersebut, dan seperti apa prosesnya.”

Berbagai satwa laut telah berevolusi menjadi spesies air tawar selama ratusan juta tahun. Lumba-lumba dan anjing laut hanyalah beberapa contohnya. Selain itu, ada juga hewan yang kembali ke laut setelah hidup di air tawar, seperti nenek moyang paus. Dengan memahami perubahan habitat evolusioner ini, para ilmuwan dapat mengungkap berbagai misteri yang lebih luas dalam kehidupan di Bumi, termasuk latar belakang evolusi umat manusia.

Para ilmuwan perlu menemukan lebih banyak fosil purba seperti plesiosaurus air tawar di Maroko untuk menjawab teka-tekinya. Sangat menarik untuk membayangkan kemungkinan spesies ini hidup bersama predator lainnya, seperti dinosaurus karnivora terbesar Spinosaurus.