Home Uncategorized Frustrasi Sama Indonesia Lalu Kepikiran Pindah Negara? Ini 3 Destinasi Rekomendasi Kami

Frustrasi Sama Indonesia Lalu Kepikiran Pindah Negara? Ini 3 Destinasi Rekomendasi Kami

129
0
frustrasi-sama-indonesia-lalu-kepikiran-pindah-negara?-ini-3-destinasi-rekomendasi-kami

Ada pepatah lawas berbunyi kira-kira begini: kalau ada lampu yang rusak, maka perbaiki dengan mengganti lampu rusak itu, bukannya cari rumah lain. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pemikir lampau, siapa pun yang menciptakan pepatah ini, pasti enggak pernah tinggal di Indonesia era Presiden Joko Widodo.

Lolosnya RUU Cipta Kerja dalam rapat paripurna DPR RI tanpa perlawanan berarti (iya, walk out Demokrat enggak ngasih resistensi apa pun) membuat kita sadar DPR RI dan pemerintah sengaja menutup telinga dari teriakan masyarakat.

Puncaknya, sudah mengetahui ribuan buruh siap demonstrasi di depan gedungnya sejak 6 Oktober, kerumunan legislatif itu dengan taktis memajukan jadwal rapat paripurna menjadi 5 Oktober sore dengan alasan kudu cepet-cepet sebelum dibalap wabah corona yang udah masuk gedung DPR. Jadilah UU Cipta Kerja disahkan, tinggal menunggu tanda tangan presiden sebelum dijalankan.

Selain kegeraman dan ajakan demonstrasi yang semakin meluas, respons atas pengesahan RUU ini memunculkan alternatif solusi masalah yang cukup egois, namun mau enggak mau terlintas di kepala: pindah negara.

Iya, meninggalkan Indonesia dan rakusnya para oligark demi memulai hidup baru dengan harapan pemerintah di negara baru enggak seburuk negara ini. Bukan bermaksud kabur, mengembalikan ke konteks pepatah tadi, masalah di rumah ini bukan lampu rusak doang, tapi juga tembok jamuran, kusen rayapan, dan genteng bocor. Karena pembongkaran bukan opsi mudah, pindah rumah terlihat lebih praktis.

Melihat banyaknya tuntutan akan informasi seputar negara-negara terbaik untuk ditinggali, VICE coba kasih beberapa alternatif untuk bisa pindah secepatnya. Baca ini sembari siap-siap mengemas koper pindahanmu.

1. Vanuatu

Balas dendam emang terasa manis. Tentu batin ini puas ketika memutuskan pindah dari Indonesia si negara bebal ke negara lain yang selalu bikin Indonesia sebal. Vanuatu menyediakan pengalaman itu. Sejak 2010, Vanuatu konsisten ngomel ke dunia internasional tentang pentingnya kemerdekaan Papua dan mempertanyakan mengapa dunia internasional diam saja melihat pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah Indonesia di Papua. Kegiatan spill tingkat internasional ini sukses membuat kuping pemerintah Indonesia otomatis panas sampai diplomat muda harus maju ke medan debat berbekal argumen standar ganda.

Selain lebih unggul dari Indonesia pada bagian kesadaran HAM, Vanuatu terbukti nyata peduli sama keselamatan rakyat setelah memfasilitasi 11 ribu penduduk Pulau Ambae pindah ke Pulau Maewo sebab khawatir Gunung Manaro meletus lagi.

Negara ini tegas menutup akses masuk dari luar negeri sehingga menjadi salah satu negara yang terbebas dari wabah corona sampai sekarang. Mereka paham, kalau corona sampai masuk ke negaranya, penyebaran akan menggila. Makanya, mereka sedari awal memutuskan enggak “enjoy aja” meski negara kepulauan terbesar sedunia mencontohkan sifat takabur itu.

Teknis pindah ke Vanuatu bisa dibaca di tautan ini.

2. Ba Sing Se

Stabilitas politik kerajaan ini luar biasa. Penasihat senior Long Feng berhasil mengatur ketertiban dan ketenteraman masyarakat melalui cuci otak. Trik Long Feng menutupi perang berusia seratus tahun kepada rakyat dan Raja Kuei menunjukkan tingginya kualitas propaganda yang ia praktikkan. Pemerintah Indonesia sebaiknya mengadakan studi banding ke kerajaan ini kalau emang berniat bikin tenang rakyat dengan cara menutupi akses data dan kenyataan.

Yang paling penting, Ba Sing Se ramah imigran. Semua bisa memasuki kerajaan ini lewat dua jalur: kapal pengungsi dan jalan setapak yang dijaga naga laut. Anda bisa jadi apa saja dan bekerja apa saja. Bahkan, pelarian Negara Api seperti Paman Iroh dan Zuko sampai bisa membuka toko tehnya sendiri. Ba Sing Se tidak peduli kamu berasal dari mana, yang dinilai adalah kualitasmu dalam bekerja.

3. Negeri di Awan

Tempat ini ditawarkan Katon Bagaskara kepada penduduk Indonesia yang lelah dengan segala jenis sengketa dan air mata. Sebab, negeri di Awan mengaku menjadikan kedamaian sebagai istana. Pernyataan ini bisa diartikan begini: pendekatan nirkekerasan adalah jalan keluar terbaik atas setiap permasalahan.

Konflik diselesaikan lewat bahasa kasih yang diungkap dengan pasti dalam suka dan sedih. Terbayang dong betapa Mahatma Gandhi-nya negara ini. Bagi siapa pun yang berminat pindah ke sini, bisa bertanya langsung ke Mas Katon sebab cuma kenalannya yang tahu gimana cara menuju ke sana.

Kesimpulan: karena pindah ke tiga negara ini lumayan sulit, gimana kalau pemerintah dan DPR-nya saja yang kita minta migrasi?