Home Uncategorized Ini Alasan Baterai Ponsel Zaman Sekarang Masih Bapuk

Ini Alasan Baterai Ponsel Zaman Sekarang Masih Bapuk

149
0
ini-alasan-baterai-ponsel-zaman-sekarang-masih-bapuk

Menyimpan listrik dalam wadah kecil adalah cita-cita manusia sejak berabad lalu. Maka, Alessandro Volta, yang menciptakan baterai untuk pertama kalinya pada 1799, berhasil memberi sumbangsih besar bagi peradaban dunia. Kini, di era ketika semakin banyak gawai elektronik dikonsep portabel, baterai menjadi komponen terpenting kehidupan sehari-hari kita semua.

Baterai terpopuler saat ini adalah lithium-ion yang bisa diisi ulang tenaganya. Nyaris semua laptopn dan ponsel menggunakan baterai jenis tersebut. Namun, tak banyak orang tahu, lithium-ion adalah terobosan teknologi yang paling berpeluang mengakhiri dominasi dan ketergantungan kita pada energi minyak.

Mobil-mobil listrik ternama semuanya menggunakan baterai lithium-ion, dan berhasil menghapus permintaan pasar terhadap 1 juta barel minyak per hari. Di segmen pasar mobil listrik, permintaan terhadap baterai lithium-ion diyakini akan terus meningkat hingga 20 tahun mendatang.

Intinya masa depan terletak pada baterai. Itu kenapa Tiongkok, Amerika Serikat, hingga Korea Selatan berlomba menciptakan “baterai super” yang bisa menjadi sumber energi dominan di masa mendatang.

Sayangnya, cerita tentang lithium-ion tidak selalu positif. Ongkos sosial dan lingkungan dari produksi baterai populer itu amat tinggi. Sudah muncul banyak laporan kalau proses penambangan lithium merusak lingkungan. Selain itu, penggaliannya juga meracuni penambang di banyak negara.

Lithium pun masih belum stabil. Sering dilaporkan kasus baterai ini meledak ketika kepanasan, memicu cedera, kerugian besar buat perusahaan gawai, hingga kematian konsumen. Efisiensi lithium pun disorot, karena masih banyak ponsel, misalnya, yang baterainya habis tidak sampai sehari pemakaian.

Karena itulah, VICE merilis video baru dari seri Complexify. Kami menyorot sejarah kelahiran teknologi baterai, berbagai aspek positif maupun negatif tentang industri penyimpanan listrik, serta menerawang masa depan apa yang menjelang kita dari perlombaan mencari baterai jenis baru yang lebih digdaya.

Simak videonya di tautan awal artikel ini.