Home Uncategorized Kami Ngobrol Bareng Angela White, Membahas Motivasinya Kuliah S3 dan Berpolitik

Kami Ngobrol Bareng Angela White, Membahas Motivasinya Kuliah S3 dan Berpolitik

33
0
kami-ngobrol-bareng-angela-white,-membahas-motivasinya-kuliah-s3-dan-berpolitik

Pada 2020, aktris film dewasa asal Australia Angela White mencetak sejarah sebagai satu-satunya bintang porno perempuan yang sukses menyabet piala Adult Video News (AVN), ajang penghargaan prestisius di industri pornografi, selama tiga tahun berturut-turut.

Namun, prestasi Angela tidak berhenti di situ saja. Perempuan yang namanya sudah malang melintang di industri hiburan dewasa Amerika Serikat selama 19 tahun, pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD di kampung halamannya. Pencapaiannya di bidang akademis juga tidak kalah mentereng. Angela sedang mempertimbangkan ambil gelar Ph.D alias lanjut S3.

Sementara itu, di kalangan kreator OnlyFans, Angela dikenal menduduki posisi teratas dengan penghasilan terbesar.

VICE bertemu Angela saat ia pulang kampung untuk menghadiri festival seks di Australia. Simak obrolan kami bersama Angela berikut ini:

VICE: Halo, Angela. Ceritakan dong gimana rasanya menyabet banyak sekali penghargaan.
Angela White:
Tentunya itu suatu kehormatan yang luar biasa untuk saya. Sering dapat penghargaan berarti banyak yang mengakui kerja keras saya. Bukan dari penggemar saja, tapi juga rekan-rekan dan orang yang suka mengkritik saya.

Kamu mulai berakting tahun 2003, jadi pastinya kamu sudah menyaksikan berbagai perubahan di industri film dewasa. Menurutmu, perubahan apa yang paling terasa efeknya?
Saya rasa sejak munculnya OnlyFans, bintang porno diberikan kebebasan untuk berkreasi. Mereka bisa menentukan mau bikin konten apa, dan keuntungan yang diperoleh dari konten itu sepenuhnya menjadi hak mereka. Jadi menurut saya, OnlyFans telah membawa perubahan besar bagi industri ini.

Kamu pernah ikut pilkada di negara bagian Victoria pada 2010. Apa sih yang bikin kamu tertarik mencalonkan diri waktu itu?

Jadi sebenarnya saya ditawari oleh ketua Partai Seks Australia, Fiona Patten, untuk mewakili mereka maju ke pemilu. Alasannya karena lawan kami, Kathleen Maltzahn dari Partai Hijau Australia, menentang keras praktik prostitusi dan berjanji akan menutup lokalisasi di Kota Melbourne jika terpilih. Padahal, menurut pengakuan PSK, pelacuran tidak akan hilang begitu saja setelah ditutup, dan justru akan menimbulkan masalah baru yang jauh lebih berbahaya.

Saya sama sekali tidak ada niatan menang. Tujuan mencalonkan diri murni untuk memperlihatkan kepada para pemilih bahwa kebijakan Kathleen Maltzahn akan membahayakan perempuan. Saya ingin merebut suara Partai Hijau supaya dia tidak menang. Makanya senang kemarin saat misi saya berhasil [tertawa].

Pernahkah kamu terpikir serius masuk dunia politik?
Enggak ah. Bagi saya, politik itu busuk.

Kami penasaran dengan tesismu yang bertajuk “The Porn Performer: The Radical Potential of Pleasure in Pornography”. Apakah pandanganmu terhadap industri porno berubah setelah menulis tesis?
Saat mengerjakan tesis, saya melakukan penelitian kualitatif untuk mencari tahu seperti apa pengalaman perempuan di industri pornografi Australia. Temuannya sangat menarik. Narasi victimization [yang menjadikan seseorang sebagai korban] telah membentuk pola pikir bintang porno, hingga akhirnya mereka percaya pantas mengalami hal tertentu karena mereka menekuni profesi ini atas pilihan mereka sendiri.

Menariknya, setiap kali mereka hendak menceritakan kehidupannya sebagai pemain film dewasa, mereka pasti langsung membenarkan keberadaan mereka dan menggunakan narasi tersebut. Itu hal pertama yang mereka lakukan sebelum menceritakan pengalaman lain.

Bahkan tanpa ditanya perasaannya pun, mereka akan ngomong seperti, ‘Saya memilih jalan ini, jadi saya bukan korban’ ketika diwawancarai oleh saya.

Dengar-dengar, kamu tertarik mengambil gelar PhD. Andaikan kamu kuliah lagi, apakah kamu akan melanjutkan penelitiannya?
Kalau nantinya saya lanjut kuliah, saya ingin memperluas jangkauan penelitiannya. Tesis ini berfokus pada aktris bokep, jadi selanjutnya saya ingin mempelajari kelompok yang lebih beragam di industri porno.

Adegan apa yang paling kamu sukai saat syuting film biru?
Saya paling suka adegan seks-Gonzo yang mengeksplor chemistry para pemainnya. Selama berakting, saya akan membangun koneksi yang kuat dengan lawan main supaya gairah kami muncul secara alami dan seks-nya terasa lebih natural.

Kenapa kamu pakai nama asli selama berkarir?
Saya sengaja memakai nama asli untuk menunjukkan kalau saya tidak malu bekerja seperti ini. Malahan saya bangga menekuni profesi ini karena bisa mengeksplor dan mengekspresikan seksualitas. Saya mau menjadi diri sendiri, apa adanya.

Pertanyaan terakhir, nih. Ada gak prestasi yang paling kamu banggakan?
Saya bangga bisa memilih jalan hidup sendiri. Saya bangga karena tidak takut untuk mengejar impian, meski banyak orang mengkritik pilihan saya. Dan pastinya, saya senang bisa menjadi satu-satunya aktris porno yang memenangkan penghargaan AVN tiga kali berturut-turut [tertawa]. Saya bangga dengan diri sendiri yang pantang menyerah.

Follow Arielle di Instagram dan Twitter.