Home Uncategorized Kami Ngobrol Sama Pencinta Foto Bus soal Seni Memotret Kendaraan Besar

Kami Ngobrol Sama Pencinta Foto Bus soal Seni Memotret Kendaraan Besar

101
0
kami-ngobrol-sama-pencinta-foto-bus-soal-seni-memotret-kendaraan-besar

Lazimnya saat membicarakan popularitas moda transportasi yang cocok difoto, kendaraan sport, klasik, dan modifikasi ada di peringkat teratas. Bisa dimaklumi, kendaraan jenis ini selain emang enak dilihat dan maju secara teknologi, juga dianggap layak dipamerkan sebagai lambang kesuksesan finansial karena harganya selangit.

Buktinya jelas dari pegiat MLM yang lebih suka presentasi di depan Lamborghini. Ya kali mereka pose di depan Wuling Confero. Maka wajar belaka melihat lebih banyak ulasan dan foto-foto ciamik mobil mewah bertebaran di internet. 

Tapi namanya selera, pasti beda-beda. Ternyata transportasi publik punya groupies-nya sendiri. Ternyata ada lho kelompok solid yang lebih memilih bus sebagai objek foto kendaraan idamannya. Loyalitas mereka ditunjukkan dengan mengabdikan waktu dan tenaga keliling daerah satu ke daerah lain buat ngejelasin ke dunia betapa seksinya bus saat menerjang jalan mengangkut penumpang. 

Passion ini bikin mereka betah nongkrong seharian di jembatan jalan tol demi menanti kedatangan bus yang siap ditangkap kamera, hingga berkenalan dengan sopir bus sekeluarga-keluarganya. 

VICE mewawancarai Irham Wanda untuk mendalami dunia fotografi bus ini. Ia salah satu pegiat di komunitas bus bernama Bisser Lampung. Kepada Irham, kami mencoba memahami apa yang ada di pikirannya sampai-sampai menghabiskan waktu begitu banyak demi mengambil gambar bus yang tengah beroperasi.

VICE: Kenapa sih harus bus? Apa yang menarik dari kendaraan ini untuk difoto?
Irham
: Bentuknya bagus-bagus, mesinnya bertorsi besar, serta fasilitasnya yang nyaman. Buat saya, bus kayak rumah kedua lah. Dengan mengunggah foto di media sosial, saya juga jadi bisa bersilaturahmi dengan rekan-rekan lain penyuka foto bus. Mengasyikkan dan nambah wawasan.

Memang sebanyak itu yang suka foto bus?
Ada komunitas pencinta bus yang resmi diakui pemerintah, namanya Bismania Community. Tapi, kalau saya sendiri ikut yang belum diakui pemerintah, namanya Bisser Lampung. Setiap ngumpul biasanya membahas dunia bus di Indonesia dan mancanegara. Agenda-agenda keorganisasian salah satunya hunting foto bareng. Sering juga kopi darat, kunjungan ke PO-PO bus, dan setiap bulan bagi-bagi takjil untuk kru bus dan warga sekitar. Anggotanya banyak sekali, enggak terhitung, tersebar di kota-kota lain.

Biasa hunting di mana?
Di pinggir jalan, jembatan jalan tol, rest area, terminal, pelabuhan penyeberangan, tempat rekreasi wisata.

Memangnya apa yang membedakan bus dengan kendaraan lain untuk difoto?
Foto bus ada seninya tersendiri. 

Maksudnya?
Dalam memotret bus, kita berusaha menggabungkan body bus dengan spot-spot pemandangan alam, seperti pegunungan, nuansa perkampungan, dan pepohonan di hutan. Ketika bisa dapat, itu rasa puas dan senang muncul. Angle foto bus terbaik itu ya buat saya long shot perpaduan bus dengan pemandangan alam sekitar.

Selain kepuasan saat mendapat foto bagus, manfaat ikutan komunitas pencinta bus ini apa aja buat kamu?
Ya, dapat teman di mana-mana. Jadi, kalau mau berkunjung ke kota A, B, C ada teman yang menemani kita main dan hunting. Kita juga jadi kenal sama driver dan kru bus, bahkan dengan bos pemilik bus beserta staf kantornya. Dari obrolan dengan mereka, dapat banyak ilmu tentang dunia otomotif perbusan, kayak tentang mesin dan lain-lain.

Pengalaman paling berkesan selama foto-foto bus?
Suka diajak ke kota tempat pool bus, seperti di Padang, Pagaralam, Jabodetabek, dan lain-lain. Suka diajak main juga ke rumah sopir dan kru lalu silaturahmi, otomatis dapat saudara. Saya juga jadi dapat orderan job foto pre-wedding dengan konsep di depan bus, diajak kerja di perusahaan bus, diminta ikutan tes armada bus baru, dan masih banyak.

Mengapa komunitas foto bus penting berkenalan dengan sopir dan kru?
Berkenalan dan nongkrong dengan driver dan kru itu praktik biasa. Bisa saling membantu juga. Misal, ada sopir pariwisata baru pertama kali berkunjung ke tempat kami, kami bisa arahkan jalannya ke tempat wisata dan rekreasi di kota kami agar tidak tersesat. Kalau mereka butuh apa-apa, seperti membeli sesuatu, bisa minta tolong ke kami. Kami juga kalau mau sewa bus untuk jalan-jalan jadi cukup hubungi sopir atau kru saja, enggak perlu lagi ke kantor.

Jika kerabat, tetangga, atau teman kami yang ingin pergi ke kota A,B, C, bisa menghubungi sopir. Mereka juga pasti senang kalau bus terisi untuk yang kosong dan menambah uang setoran dan untuk makan tercukupi. Jadi, saling bantu satu sama lain. Bagi kami, sopir, kru bus itu sudah kayak keluarga sendiri.