Home Uncategorized Kanguru Peliharaan Menghajar Pemiliknya Sampai Tewas di Australia

Kanguru Peliharaan Menghajar Pemiliknya Sampai Tewas di Australia

74
0

Seorang lansia berusia 77 tahun tewas karena diserang oleh seekor kanguru di Australia, pada 11 September 2022. Insiden tersebut menjadi serangan mematikan kanguru terhadap manusia yang pertama kali tercatat selama lebih dari 85 tahun terakhir.

Serangan tersebut terjadi di Kota Redmond, Negara Bagian West Australia. Lansia tersebut menurut polisi sengaja merawat kanguru liar untuk menjadi peliharaannya. Namun, atas sebab yang masih diselidiki, kanguru jantan itu menjadi agresif dan menyerang sang tuan.

Lelaki tersebut ditemukan anggota keluarganya sudah dalam keadaan bersimbah darah dan sekarat. Polisi dan tim medis segera dipanggil ke lokasi, namun sempat kesulitan untuk melakukan evakuasi.

Paramedis dari rumah sakit St John, yang berada di TKP, mengaku kanguru tersebut “terus melakukan ancaman” serta menghalang-halangi tim untuk merawat sang lansia yang luka-luka.

Akibat agresivitasnya, polisi terpaksa menembak mati kanguru tersebut untuk memuluskan evakuasi. Sayangnya, nyawa sang lansia terlanjur tak tertolong setiba di RS.

“Karena ancaman yang diberikan terhadap petugas di lokasi, kami terpaksa melumpuhkan kanguru tersebut dengan peluru tajam,” ujar juru bicara Kepolisian Redmond dalam jumpa pers. “Kanguru tersebut juga sempat menghalangi kru ambulans mengangkut korban.”

Serangan kanguru terhadap manusia jarang terjadi, namun memang sangat mungkin mematikan. Kawasan West Australia merupakan habitat alami kanguru abu-abu, yang pejantannya bisa memiliki tinggi mencapai 223 cm dengan bobot hingga 70 kilogram.

Hayley Shute, pengelola cagar alam Australia, mengaku tidak terkejut bila kanguru dapat bersikap agresif dan membunuh lelaki dewasa. “Citra kanguru yang dikenal masyarakat, dengan kantung tubuh dan terkesan imut, merupakan kanguru betina. Kanguru jantan punya bentuk tubuh berbeda dan terkenal berotot,” ujar Shute saat diwawancarai NCA NewsWire, merespons kasus serangan fatal ini.

“Kanguru abu-abu jantan di komunitas ilmiah dijuluki kanguru petinju. Saya melihat sendiri di alam liar kanguru jantan saling berkelahi dengan tangan maupun dengan kakinya. Tendangan kanguru itu sangat kuat, belum lagi ada cakar tajam,” imbuh Shute. “Karenanya, saya berharap masyarakat tidak sembarangan menjadikan kanguru sebagai peliharaan. Sebab beberapa jenis kanguru memang dianugerahi alam tubuh untuk bertarung.”

Follow John di Twitter.