Home Uncategorized Kenapa ya Cowok Bujangan yang Udah Mulai Mapan Selera Interiornya Pasaran Banget?

Kenapa ya Cowok Bujangan yang Udah Mulai Mapan Selera Interiornya Pasaran Banget?

152
0
kenapa-ya-cowok-bujangan-yang-udah-mulai-mapan-selera-interiornya-pasaran-banget?

Ruang tamu bernuansa abu-abu dilengkapi sofa berbahan kulit atau fabric, sambil sesekali diselingi perlengkapan gaming, menghiasi forum subreddit /r/malelivingspace (yang kemudian diunggah ulang ke akun Twitter @redditspaces). Namun, hunian berkonsep minimalis itu mendadak dirusak oleh lelaki malas yang menyangga tiang gorden dengan kaleng makanan.

Seperti namanya, lelaki berkunjung ke Male Living Space untuk meminta saran dekorasi rumah kepada sesama. Terkadang mereka juga memamerkan foto kamar atau ruang keluarga yang diramaikan hiasan dinding kanvas dan monstera palsu.

Sebagian besar komentar di sana bernada positif, bahkan ketika dekorasinya awut-awutan atau cuma ada kasur lantai dan komputer gaming di kamar pengirim foto. Para lelaki ini jarang menyindir satu sama lain, tak peduli seberapa buruk selera interior mereka.

Jika dilihat dengan teliti, ada satu kesamaan dari cowok-cowok ini. Selera mereka standar abis. Tanpa kehadiran perempuan, lelaki hetero tampaknya sudah puas hidup di dalam rumah yang isinya cuma kursi santai, TV berlayar besar dan Xbox atau komputer game. Ketiga perabot itu pasti muncul dalam foto-foto yang diunggah ke subreddit /r/malelivingspace.

Bagi lelaki, warna abu-abu dan cokelat kayu adalah pilihan paling aman. Peduli setan dengan desain stylish, yang penting rumah mereka bisa menunjukkan sisi maskulinnya. Aku pribadi menyukai foto-foto yang ruang tamunya sepi, cuma diisi sofa dua dudukan dan kursi lipat tok.

Cas* mengelola @redditspaces di Twitter. Dia yakin subreddit ini melahirkan gaya interior spesifik yang disukai semua laki-laki. “Tanpa sadar, sebagian besar anggota subreddit mengikuti tren yang sangat spesifik,” terangnya. Lewat akun ini, dia ingin menunjukkan banyak sekali laki-laki yang kurang jago mendekorasi rumah.

“Kebanyakan postingan populernya pasti merupakan ruangan minimalis serba abu-abu atau cokelat, sofa dan TV besar, komputer gaming, tanaman hias, dan hiasan dinding kanvas,” tuturnya. “Postingannya akan di-upvote banyak orang jika ada tanaman, karpet, sofa minimalis, jendela besar, pemandangan ke luar dengan pencahayaan alami dan kursi malas Herman Miller Eames. Seolah-olah ini adalah desain favorit lelaki yang tinggal sendirian.”

Gayanya repetitif. Sebagaimana diisyaratkan Cas, anggota /r/malelivingspace seperti sedang berkompetisi memiliki desain terbaik. Mereka akhirnya memilih furnitur bukan karena selera pribadi, tapi biar disukai internet. Mereka ingin orang-orang yang melihat fotonya terkesan.

“Paling ngeselin kalau ada orang berduit, tapi mereka tidak kreatif dan malas bersih-bersih. Maksudku seperti cowok-cowok yang mampu menyewa apartemen empat kamar buat diri sendiri, tapi cuma pakai meja lipat.”

“Atau bisa beli apartemen mewah di lantai paling atas, tapi tidak ada karpet sama sekali. Sayang banget kalau dekorasinya standar untuk hunian yang sangat mahal. Saking standarnya, aku sampai mau mendekorasikan rumah mereka cuma-cuma,” katanya gusar.

Sekalinya ada, foto dekorasi yang tidak monoton malah lebih banyak memperoleh downvote. Memang senang rasanya menertawai lelaki yang mengira rak sepatu dan struk IKEA raksasa ini keren, tapi mungkin itu jugalah alasannya kenapa laki-laki selalu segan mengekspresikan diri. Mereka tidak mau diolok-olok dan viral karena punya selera buruk.

Satu yang pasti, lelaki yang dengan bangga memamerkan poster superhero sedang blowjob telah mencapai kepuasan hidup yang takkan mampu diperoleh para netizen julid.


*Nama-nama narasumber telah diubah atas alasan privasi.

Follow penulis artikel ini di akun @ginatonic

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK.