Home Uncategorized Kura-Kura Raksasa Disangka Sudah Punah 113 Tahun Lalu Muncul Lagi di Galapagos

Kura-Kura Raksasa Disangka Sudah Punah 113 Tahun Lalu Muncul Lagi di Galapagos

87
0
kura-kura-raksasa-disangka-sudah-punah-113-tahun-lalu-muncul-lagi-di-galapagos

Seekor kura-kura raksasa di Pulau Fernandina, salah satu pulau di Gugusan Galápagos, Ekuador, menarik perhatian ilmuwan. Sebab, kura-kura tersebut merupakan jenis yang dikira sudah punah sejak 1906. Tapi, pada Februari 2021, tim ekspedisi menemukan kura-kura dengan ciri yang sama seperti dicatat lebih dari satu abad lalu.

Kementerian Lingkungan Hidup Ekuador menaksir usia kura-kura tersebut bisa mencapai lebih dari 100 tahun. Berdasarkan penelitian genetik tim Universitas Yale awal pekan ini, dipastikan si kura-kura raksasa memang jenis yang seharusnya sudah punah.

Kura-kura dari spesies Chelonoidis phantasticus ini berkelamin betina, dan cukup berbeda dari kura-kura raksasa lain yang hidup di hutan Pulau Fernandina. Oleh tim ekspedisi yang menemukannya, si kura-kura diberi julukan “Fernanda”.

Hasil tes DNA memastikan kura-kura yang seharusnya sudah punah diumumkan pada 26 Mei 2021. ”Kami menemukan salah satu misteri besar dari Kepulauan Galapagos, yakni keberadaan kura-kura raksasa dari Pulau Fernandina yang seharusnya sudah punah,” demikian pernyataan James Gibbs, Wakil Presiden Yayasan Konservasi Galapagos. “Dengan demikian, kami akan mengirim tim untuk memantau masih adakah kura-kura sejenis lain di pulau tersebut.”

Namun, berbeda dari pernyataan pemerintah Ekuador, usia Fernanda belum dipastikan ilmuwan apakah lebih dari seabad. Sebab, agak sulit memastikan usia kura-kura dari jenis Chelonia. “Tapi yang jelas usianya di antara 60 hingga 100 tahun,” kata Washington Tapia, Direktur Yayasan Konservasi Galapagos.

Menurut Tapia, Fernanda bobotnya agak kurus untuk ukuran kura-kura Chelonia. Namun, setelah perawatan intensif, dia kabarnya sudah mulai bertambah gemuk dan sehat.

Ekspedisi lain untuk mencari keluarga Fernanda bakal digelar dalam waktu dekat. Sebab, penemuan ini berharga bagi ilmuwan untuk memahami proses mahluk hidup menghadapi risiko kepunahan.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard