Home Uncategorized Napi dari Tangerang Kabur ala Film ‘Shawshank Redemption’ Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Napi dari Tangerang Kabur ala Film ‘Shawshank Redemption’ Ditemukan Tewas Bunuh Diri

130
0
napi-dari-tangerang-kabur-ala-film-‘shawshank-redemption’-ditemukan-tewas-bunuh-diri

Masih ingat berita terpidana mati asal Tiongkok yang berhasil kabur dari penjara Tangerang dengan menggali lubang selama delapan bulan? Per dua hari yang lalu, kita harus menerima kenyataan kalau kita enggak akan pernah tahu persis gimana cara tahanan narkoba tersebut sanggup bermanuver kabur persis film Shawshank Redemption.

Cai Chang Pan (37), nama pelarian itu, ditemukan tewas tergantung di gudang pabrik pembakaran ban di kawasan Hutan Tenjo, Kecamatan Jasinga, Kota Bogor, pada Sabtu (17/10). Dugaan sementara polisi, Chang Pan gantung diri.

Cai Chang Pan divonis mati pada 2017 silam karena membawa sabu-sabu seberat 110 kg ke Banten. Di tahun itu ia juga sempat sukses minggat dari penjara, namun tertangkap lagi hanya dalam tiga hari.

Polisi mengatakan masih mendalami penyebab kematian Chang Pan. Namun, mereka sudah dapat informasi Chang Pan emang sering menginap di pabrik tersebut sebagai tempat persembunyian. Polisi mengejar sampai kawasan Jasinga sebab mendapati informasi buronannya tersebut telah menemui istrinya di kawasan Tenjo, Bogor. 

“Kita temukan yang bersangkutan dalam keadaan bunuh diri. Info dari satpam [pabrik], [Chang Pan] sering bermalam di situ, enggak setiap hari,” kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Yusri Yunus, dilansir Kompas. Polisi turut mengatakan sang satpam sudah diancam oleh Chang Pan untuk tidak melaporkan keberadaannya kepada siapa pun. Kabur dari penjara pada 14 September, berarti sudah lebih dari satu bulan Chang Pan lolos dari kejaran polisi.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Arif Wahyono menjelaskan, kondisi tubuh Chang Pan sudah membusuk saat ditemukan dengan bekas jeratan di leher saja. “Kondisinya sudah mulai membusuk. Enggak ada [luka benda tumpul atau senjata tajam]. Pokoknya ada jeratan di leher. Pokoknya kita tunggu, analisa dulu,” kata Arif kepada Detik. Saat ini, hasil autopsi sudah dibawa ke RS Polri Kota Tangerang. Namun, polisi belum membeberkan hasil analisis kepada media.

Napi hukuman mati yang berhasil kabur lebih dari sebulan eh malah menghabisi nyawa sendiri tentu membingungkan. Apalagi ketika baru kabur kemarin, ada dugaan Chang Pan dijemput orang lain di luar penjara. Misteri motif bunuh diri sang WNA coba dijelaskan oleh Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota Pratomo Widodo. Tapi hasilnya malah bikin kita makin pusing.

Kata doi, masyarakat sekitar ngasih tahu polisi bahwa Changpan ini punya ilmu bela diri dan “kepercayaan-kepercayaan”. Tindakan bunuh diri disebut-sebut merupakan bagian dari “perjuangan” atas ilmu dan kepercayaan tersebut. “Ya, kan [Chang Pan] bunuh diri kan seolah-olah masih berjuang, gitu lho. Bukan memilih bunuh diri, tapi dalam posisi dia terus berjuang. Dia bunuh diri dalam posisi perjuangan dia, gitu,” kata Pratomo. Ini maksudnya apa sih? Bunuh diri ideologis, gitu?

Di hari yang sama dengan Cai Chang Pan ditemukan tewas, seorang tahanan di sel Polres Langsa, Aceh juga bernasib sama. Samsul Bahri (46) menjadi kecaman netizen se-Indonesia karena memperkosa seorang perempuan dan membunuh anak korban yang berusia 10 tahun. Korban berinisial R ditikam sepuluh kali ketika hendak menolong ibunya. Belum ada keterangan penyebab kematian mendadak Samsul, namun polisi menyebut ia mengeluh sesak napas sebelum meninggal.

Kasus narapidana gantung diri juga terjadi pada April lalu di Palembang. Tahanan kasus kekerasan pada anak bernama Supriyadi (49) ditemukan gantung diri di kamar mandi Lapas Kelas I Mata Merah. Polisi mengatakan pihaknya enggak tahu persis alasan pria yang ditahan sejak 2015 tersebut gantung diri.

“Belum diketahui penyebab napi ini gantung diri karena apa. Jenazah langsung dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa, kami akan menunggu hasil pemeriksaan polisi seperti apa,” kata Kasubag Humas Kanwil Kemenkumham Sumatera Selatan Hamsir kepada Kompas. Supriyadi sedang menjalani vonis 15 tahun penjara.

Berita bunuh diri serupa juga terjadi di Palangka RayaMadiunLumajang, dan Malang.

Penelitian Jennifer Gonzalez dan Nadine Connel yang dipublikasikan pada 2014 dengan judul “Mental Health of Prisoners: Identifying Barriers to Mental Health Treatment and Medication Continuity” menjelaskan, depresi adalah kondisi kesehatan mental paling umum yang dilaporkan terjadi kepada para tahanan.

Selama 2016, LBH Masyarakat mencatat bunuh diri sebagai penyebab kematian kedua tertinggi narapidana di penjara sebanyak 25 kasus. Rinciannya, lima kasus disebabkan depresi, dua kasus disebabkan rasa malu atas apa yang telah diperbuatnya, sementara 18 kasus sisanya terjadi dengan alasan kurang jelas. Lebih lanjut, LBH Masyarakat menilai kasus bunuh diri di penjara menunjukkan minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi psikis para tahanan. 

“Ketika seorang tahanan disinyalir memiliki gangguan jiwa, ia bukannya diberikan pelayanan kesehatan jiwa, melainkan dikurung dalam sel isolasi. Mungkin saja sel isolasi itu yang akhirnya memperparah kesehatan mentalnya,” tulis LBH Masyarakat dalam laporannya.

LBH Masyarakat menekan penanggung jawab setiap tahanan untuk bisa memberikan layanan psikis yang berbasis bukti ilmiah bagi tahanan untuk menghindari atau mengatasi gangguan kejiwaan yang rentan muncul. “Kegagalan untuk menyediakan akses layanan kesehatan jiwa yang berkualitas adalah pelanggaran hak atas kesehatan tersangka dan terpidana.”

Pada 2018, Ditjen Pemasyarakatan mencatat ada 326 narapidana meninggal di penjara. Selain bunuh diri, penyakit jantung, paru-paru, HIV/AIDS, dan diabetes menjadi sebab umum. Peneliti LBH Masyarakat Albert Wirya berharap Ombudsman Republik Indonesia bisa melakukan investigasi independen terhadap kematian yang terjadi di penjara agar angkanya bisa berkurang.