Home Uncategorized Susah Nabung? Ngumpulin Uang Receh Bisa Lho Beli Motor, Mobil, hingga Naik...

Susah Nabung? Ngumpulin Uang Receh Bisa Lho Beli Motor, Mobil, hingga Naik Haji

161
0
susah-nabung?-ngumpulin-uang-receh-bisa-lho-beli-motor,-mobil,-hingga-naik-haji

Selama delapan tahun Muhammad Andi Pangestu (22) konsisten menabung recehan. Mahasiswa asal Palembang itu menyisihkan upah hasil membantu ibunya di warung sejak SMP. Jumat (28/8) lalu, kesabarannya berbuah manis. Doi bisa membawa tumpukan receh itu untuk ditukar motor. Percayalah, kejadian yang sering dilakukan YouTuber ngehek semata untuk hiburan semata itu wholesome banget kalau dilakukan tanpa settingan.

“Setiap hari uang ini saya tabung, hasil membantu ibu di warung. Tadi dihitung selama lima jam. Uang yang saya bawa pakai karung totalnya Rp10 juta hasil tabungan sejak SMP. Sisanya saya bayar pakai uang kertas,” kata Andi, dilansir Kompas. Dengan uang itu, ia menebus motor baru seharga Rp24 juta. 

Harus menghabiskan waktu lama demi ngitung receh sebanyak itu, Kepala Penjualan Astra Motor Sumatera Selatan Julius Amando tidak mempermasalahkan metode pembayaran ini. Bebas aja konsumen mau beli pakai metode apa pun. Tentu di atas langit masih ada langit.

Tabungan koin yang lebih hardcore dibawa Dasar Wahyudi, warga asal Banyuwangi, dalam enam kaleng biskuit ke dealer motor, Januari 2020. Buat menebus motor Yamaha NMAX seharga hampir Rp30 juta, doi melunasi Rp24.650.000 di antaranya dengan uang logam.

Gara-gara kedatangan koin bejibun, Sales Counter Yamaha SIP Siaga Genteng Iin Bariroh mengaku harus menerjunkan 15 orang pegawai dan menghabiskan waktu 7,5 jam buat ngecek akurasi jumlah koin, apakah benar-benar berjumlah 24.650 keping seperti yang diklaim pembeli.

“Pak Wahyudi datang ke dealer sekitar pukul setengah 9 pagi dan kita langsung mulai hitung hingga pukul 4 sore. Pak Dasar juga ikut membantu dan menunggu hingga usai dihitung,” kata Iin kepada Detik.

Alasan di balik tabungan receh versi Dasar Wahyudi ternyata menarik dan bisa dicontoh anak muda yang duitnya habis melulu sebelum akhir bulan. Kata Dasar, doi menukarkan uang tabungannya dengan receh agar enggak tergoda menghabiskan. Soalnya kalau menabung dengan uang kertas, biasanya akan selalu habis terpakai. Praktik ini ia lakukan bersama istrinya selama lima tahun dengan tujuan awal membeli mobil.

Naik tingkat lagi, ada cerita Tirta (49) dan Mimin (42) yang seniat itu ngumpulin uang receh sampai Rp40 juta. Kegiatan menabung koin receh dilakukan pasangan ini selama tujuh tahun, sampai akhirnya berhasil dibawa ke dealer Toyota Auto 2000 di Majalengka untuk ditukar mobil.

“Sejak 2012 mulai menabung menggunakan receh. Saya pikir awalnya tidak boleh beli mobil pakai recehan, ternyata kata pihak dealer boleh. Akhirnya saya bawa sekitar Rp40 juta recehan milik saya itu ke dealer,” ujar Tirta.

Sehari-hari, Tirta bekerja sebagai petani dan satpam perumahan, namun recehan itu dikumpulkannya khusus dari hasil bertani. Sama seperti alasan Dasar Wahyudi, menabung dengan uang receh membuatnya jadi enggak tergoda menghabiskan uang.

Menabung uang receh dalam waktu lama nyatanya laris dilakukan banyak orang untuk membeli barang mahal. Lewat pencarian singkat, saya langsung menemukan kasus serupa di CianjurPonorogoBandar Lampung dan Depok

Sedangkan dalam kisah Ibu Siti Maftuhah di Aceh, Pak Khoirul Anwar di Wonosobo, hingga Mas Ahmad Syukron Ali di Grobogan, uang receh terbukti juga efektif dikumpulkan buat modal naik haji. Wow, menabung koin ternyata semanjur itu.