Home Uncategorized Tragedi Penembakan Massal Kembali Guncang AS, Polisi Tetapkan Rapper Jadi Tersangka

Tragedi Penembakan Massal Kembali Guncang AS, Polisi Tetapkan Rapper Jadi Tersangka

34
0
tragedi-penembakan-massal-kembali-guncang-as,-polisi-tetapkan-rapper-jadi-tersangka

Tragedi penembakan massal kembali menimpa Amerika Serikat. Kepolisian Kota Chicago menangkap seorang rapper lokal yang ditengarai terlibat penembakan massal saat parade kemerdekaan pada 4 Juli 2022. Insiden penembakan itu menewaskan enam orang, dengan nyaris 30 orang lainnya mengalami luka tembak serius.

Tragedi di Negara Bagian Illinois itu mengejutkan masyarakat, karena terjadi saat ribuan orang sedang tumpah ruah di jalanan kawasan Highland Park, pinggiran Chicago. Pelaku penembakan memberondongkan peluru dari atap salah satu gedung dekat lokasi pawai tanpa pandang bulu, menyasar orang dewasa maupun kanak-kanak.

Beberapa jam setelah menyelidiki TKP, kepolisian menyatakan bahwa Robert E. Crimo III ditetapkan sebagai tersangka yang terkait dengan penembakan massal tersebut. Seperti dilaporkan oleh Chicago Sun-Times, Crimo “telah diamankan petugas kepolisian tanpa perlawanan dan kini berada dalam tahanan.”

Lelaki 22 tahun itu merupakan rapper yang aktif merilis lagu di berbagai platform streaming dan cukup populer. Lagu-lagunya di Spotify didengarkan hingga jutaan kali. Polisi mendasarkan dakwaan karena Crimo mengendarai mobil secara mencurigakan di sekitar lokasi penembakan. Aparat juga mengaku ada bukti lain yang memberatkan. “Dari catatan kami, dia adalah indivu yang sangat berbahaya,” ujar juru bicara kepolisian, tanpa merinci lebih lanjut apa yang jadi motivasi Crimo melakukan penembakan saat pawai hari kemerdekaan AS.

Nama panggung Crimo sebagai musisi adalah ‘Awake the Rapper’. Merujuk rekam jejaknya sebagai rapper, Crimo beberapa kali menyinggung topik penembakan massal. Pengguna medsos di AS kini membagikan lagu maupun video klip Crimo yang bertema kekerasan, tak lama setelah polisi menetapkannya sebagai tersangka. Foto profilnya, menampilkan wajahnya yang penuh tato serta rambut diwarnai, turut beredar dengan massif di medsos.

Hingga artikel ini dilansir, Crimo belum dijerat dengan pasal pidana apapun. Korban tewas penembakan Highland Park merentang dari bocah lima tahun hingga lansia 85 tahun. Belasan orang dilaporkan masih dalam kondisi kritis di rumah sakit akibat luka tembak. Total ada lima anak-anak yang menjadi korban penembakan massal di Illinois.

Seorang dokter yang sedang berada di lokasi saat kejadian dan menjadi penolong pertama, mengaku pemandangan pasca-terjadi penembakan sangat mengerikan. “Banyak orang yang tewas di tempat mengalami luka tembak sangat brutal,” ujarnya, ketika diwawancarai stasiun televisi NBC.

 “Kondisi jasad korban tewas yang saya saksikan begitu mengerikan, setiap dokter yang harus merawatnya pasti akan mengalami trauma,” imbuhnya.