Home Uncategorized Tren Kerajaan Obskur Berlanjut, Giliran ‘Kerajaan Angling Dharma’ Muncul di Banten

Tren Kerajaan Obskur Berlanjut, Giliran ‘Kerajaan Angling Dharma’ Muncul di Banten

73
0
tren-kerajaan-obskur-berlanjut,-giliran-‘kerajaan-angling-dharma’-muncul-di-banten

Sebelum Anda bertanya, langsung kami jawab di awal artikel saja: tidak, tidak ada “Naga Indosiar” yang dipelihara Kerajaan Angling Dharma ini meski nama kerajaannya persis sama dengan judul sinetron kolosal tahun 2000-an yang memopulerkan naga CGI low-budget . 

Kerajaan Angling Dharma di Banten tahun 2021 dipimpin Iskandar Jamaludin Firdaus, seorang pria paruh baya dengan empat istri. Pada Selasa (21/9) kemarin, sejumlah wartawan diberi kesempatan mendatangi kediaman Iskandar yang didaulat jadi istana sekaligus pusat pemerintahan. Istana itu terletak di Desa Pandat, Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat.

Menurut laporan wartawan Detik, mereka disambut Ki Jamil, ajudan istana yang bertindak sebagai perwakilan kerajaan untuk kegiatan kehumasan hari tersebut. Biar lebih kolosal, kita sebut jabatannya sebagai hulubalang saja. Ki Jamil menyatakan Baginda Raja, panggilannya untuk Iskandar, belum berkenan untuk diwawancara. Karena sang Raja lebih nyaman bekerja dalam diam, ia sendiri yang meladeni urusan komunikasi eksternal saat itu.

Begini kisah Kerajaan Angling Dharma, menurut penuturan Ki Jamil. “Jadi Baginda ini diangkat menjadi raja pada tahun 2004, itu asal-usul urusannya juga dengan gaib. Pengangkatan ini bukan keinginan baginda, bukan juga keinginan masyarakat, tapi memang sudah perintah dari sananya, dari Sang Pencipta,” ujar Ki Jamil, dilansir Detik. Sang Hulubalang mengklaim Iskandar masih masuk dalam silsilah Kesultanan Banten.

Lebih lanjut, Ki Jamil menjelaskan Iskandar menjalani perannya sebagai raja dengan cara membantu warga miskin di Pandeglang. Sejak 2017, Kerajaan Angling Dharma ia klaim telah merenovasi 30 rumah warga yang sebelumnya tak layak huni. Iskandar juga rutin menyantuni anak yatim dan janda di Pandeglang. Dari cerita Ki Jamil, Iskandar emang didapuk sebagai sosok kaya raya. Bahkan menurut pengamatan wartawan Okezone, ada satu bangunan bertuliskan “Gudang Duit” di kompleks istana tersebut. Tapi, ia tak memastikan isinya beneran uang atau Kinder Joy.

“Bukan karena beliau banyak hartanya terus uangnya di mana-mana, tapi memang sekaligus membantu program pemerintah [Indonesia], apalagi untuk warga kurang mampu,” tambah Ki Jamil. Mantap, punya kerajaan tapi tetap membantu program negara sahabat. Mengagumkan, sangat menjiwai isi Dasasila Bandung.

Kasi Kesejahteraan Desa Pandat Dimas Febrina menjelaskan, pemerintah desa nggak banyak tahu soal aktivitas Iskandar. “Kalau untuk kepribadiannya, enggak terlalu berkecimpung dengan masyarakat. Misalkan, ada acara maulidan, juga pribadi dia aja [bikin acara sendiri] sama anak buahnya di rumah. Kalau bisa dibilang tertutup, dia orangnya memang tertutup, enggak pernah berbaur gitu,” kata Dimas, dikutip CNN Indonesia. Pemerintah desa setempat menyadari saat kerajaan ini “berdiri”, sepuluh tahun lalu, namun tidak menemukan kegiatan menyimpang sehingga Kerajaan Angling Dharma dibiarkan jalan terus.

Kabar ini meneguhkan konsistensi kemunculan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia selama tiga tahun terakhir. Baru Mei lalu, kita mendapati hidden gems bernama kerajaan bernama Negara Kekaisaran Sunda Nusantara (NKSN). Informasi ini kita dapat bukan dari deklarasi kerajaan yang disertai arak-arakan kuda, namun dari razia polantas di Jakarta Timur. Sebuah mobil Pajero Sport yang terjaring razia dipergoki aparat memasang plat nyeleneh “SN 45 RSD”. Saat ditanyai surat-surat, pengemudi bernama Rusdi Karepesina malah menyerahkan STNK dengan kop NKSN. Rusdi pun mengaku sebagai jenderal pertama Tentara Kekaisaran Sunda Nusantara. 

Meski STNK aneh ini diklaim dilindungi Mahkamah Internasional, Israel, Amerika Serikat, Inggris Raya, Prancis, Rusia, Tiongkok, dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), polisi tak ambil pusing dan tetap menyita kendaraan beserta surat-surat aneh tersebut. Sampai hari ini, belum ada tanda-tanda NKSN mengultimatum Negara Kesatuan Republik Indonesia meski salah satu jenderalnya diperlakukan buruk polantas Jaktim.

Berita eksisnya kerajaan lokal Negara Kekaisaran Sunda Nusantara ini tak terlalu mengejutkan karena sudah ada prolognya. Pada akhir Januari 2020, sudah ada Keraton Agung Sejagat (KAS) yang jadi pionir tren ini. Muncul di Purworejo, Jawa Tengah, KAS mengklaim wilayah kekuasaannya mencakup seluruh dunia sampai-sampai PBB dan Pentagon (markas Kemenhan Amerika Serikat) tunduk sama mereka.

Viral di sekitar tahun baru, hanya butuh dua minggu untuk KAS bubar (sementara?) setelah kedua pemimpinnya ditangkap polisi atas tuduhan menyebar kabar bohong dan penipuan. Raja dan Ratu KAS berakhir divonis 4 dan 1,5 tahun penjara.

Kurang lebih bersamaan, juga muncul kerajaan lain (oke deh, kekaisaran, to be precise) bernama Sunda Empire. Kekaisaran ini banyak dibicarakan terutama karena Sekjen Sunda Empire, Ki Ageng Rangga Sasana, vokal di media. Kisah Ki Rangga dan dua petinggi Sunda Empire tersendat ketika ketiganya didakwa menyebar berita bohong pada Oktober tahun lalu, berbuah vonis 2 tahun penjara. Oh ya, Sunda Empire dan KSSN adalah dua kerajaan berbeda.

Selain tiga nama tadi, kerajaan obskur juga bermunculan di macam-macam daerah. Ada Keraton Djipang di Kabupaten Blora, Kerajaan Ubur-Ubur di Banten, dan Kesultanan Selacau di Kabupaten Tasikmalaya. Apabila setelah membaca artikel Anda jadi tergugah bikin kerajaan sendiri, VICE sudah bikinkan perkiraan biaya yang harus disiapkan untuk membangun sebuah kerajaan. Silakan baca di sini.