Home Uncategorized Untuk Pertama Kalinya, Ubur-Ubur Super Langka Berhasil Terekam di Peraian Papua

Untuk Pertama Kalinya, Ubur-Ubur Super Langka Berhasil Terekam di Peraian Papua

33
0
untuk-pertama-kalinya,-ubur-ubur-super-langka-berhasil-terekam-di-peraian-papua

Seorang penyelam yang sedang merekam situasi bawah laut di sekitar pesisir Papua Nugini berhasil mendapatkan gambar hewan super langka. Binatang tersebut adaalh ubur-ubur raksasa dengan bentuk kepala mirip bola sepak.

Video tersebut dia unggah ke Facebook, yang segera memicu banyak ketakjuban dari netizen. Menurut si penyelam, gerakan renangnya “cukup cepat dibanding ubur-ubur lain.” 

Selain bentuk kepala bundarnya yang unik, ubur-ubur ini juga memiliki empat ikatan tentakel dengan ukuran berbeda-beda. Sebagaimana lazimnya ubur-ubur, tubuhnya transparan, dan memperlihatkan organ dalam berwarna merah.

Temuan video ubur-ubur unik ini ternyata turut mengejutkan ilmuwan. Sepanjang sejarahnya, spesies dengan nama latin Chirodectes maculatus tersebut sangat sulit ditemukan di lautan lepas. Berdasar catatan peneliti, baru dua kali C Maculatus dapat direkam. Satu lewat foto puluhan tahun lalu, sementara momen kedua ya di video yang didapatkan penyelam di Papua Nugini secara tak sengaja.

C Maculatus memiliki habitat di perairan antara Australia dan Pulau Papua. Tak seperti kebanakan ubur-ubur yang tentakelnya beracun bagi manusia, C Maculatus aman bila tersentuh penyelam atau orang di pantai. Namun, hewan ini cukup penyendiri dan ilmuwan masih belum memahami kenapa ubur-ubur unik tersebut sangat sulit mereka lacak.

“Sejauh ini, kami belum memiliki kesimpulan yang menyeluruh mengenai pola hidup serta karakter spesies Chirodectes maculatus,” ujar Allen Collins, dokter bidang zoologi dari Institut Smithsonian saat dikonfirmasi Motherboard. “Kami tentu menganggap video amatir tersebut temuan berharga, sayangnya video macam itu juga belum bisa menambah ragam pengetahuan kita mengenai spesies ubur-ubur langka tersebut.”

C. maculatus pertama kali dikaji secara mendalam melalui artikel yang terbit di jurnal pada 2005. Penulisnya adalah tim ilmuwan Australia yang dipimpin Paul Cornelius. Mereka pertama kali menangkap spesimen itu dalam keadaaan sudah mati pada 1997. Karena baru pertama kali ditemukan, ilmuwan Australia enggan membedahnya, dan hanya mengawetkan tubuh ubur-ubur raksasa tersebut. Selama ini, pemahaman ilmuwan mengenai C Maculatus didasarkan dari pengamatan eksternal jasadnya saja.

A drawing of C. maculatus.

Gambar saksi mata yang pertama kali menyaksikan C. maculatus di lautan. Sumber foto: Cornelius, P.F.S., Fenner, P.J., & Hore, R. 2005 / Memoirs of the Queensland Museum.

Collins menyatakan corak di tubuh ubur-ubur yang terekam kamera cukup berbeda dari spesimen yang diawetkan di Australia. Artinya, jenis corak tersebut kemungkinan berbeda-beda untuk setiap C Maculatus. “Mungkin juga ini spesies yang berbeda tapi masih bersaudara dengan C Maculatus. Yang jelas, ubur-ubur di video tersebut masuk kategori keluarga Chirodectes,” ujarnya.

Fakta bahwa C Maculatus nyaris tidak pernah berhasil diabadikan foto atau video turut mengejutkan Collins. Ubur-ubur ini bentuknya unik dan berukuran besar. Seharusnya nelayan atau penyelam sering melihatnya. “Tapi itulah keindahan dari misteri dari dalam samudra. Manusia perlu lebih sering melakukan eksplorasi untuk memahami apa yang ada di dalamnya.”