Home Uncategorized Foto-Foto ini Berusaha Menggambarkan Makna ‘Rumah’ di Zaman Serba Digital

Foto-Foto ini Berusaha Menggambarkan Makna ‘Rumah’ di Zaman Serba Digital

135
0
foto-foto-ini-berusaha-menggambarkan-makna-‘rumah’-di-zaman-serba-digital

Artikel ini pertama kali tayang di Edisi Privacy & Perception dari VICE MAGAZINE. Esai ini merupakan hasil kolaborasi VICE dengan redaksi Broadly. Kamu bisa membaca artikel lainnya di sini.


Farah Al Qasimi merasa sangat sendirian ketika dia merantau dari Uni Emirat Arab ke Kota New York. Dia kerap menjelajahi tempat-tempat yang mengingatkannya pada kampung halaman secara online. Dia “mencari keintiman yang tidak membutuhkan kedekatan fisik”. Farah merindukan jalanan yang namanya menggunakan bahasa ibu, serta aroma makanan yang kini semakin langka. Berusaha mengobati kerinduan ini, dia pun melakukan road trip ke segala penjuru negara — dari Houston, Las Vegas, Paterson sampai Los Angeles — dengan harapan dapat mengabadikan lingkungan yang didominasi orang Arab.

“Saya tertarik dengan budaya yang ditinggalkan oleh komunitas diaspora, serta apa yang mereka lestarikan dan komodifikasi. Seperti penari perut, peramal dan bar hookah misalnya,” Farah menuturkan.

Dia juga memperhatikan pergeseran gender ketika komunitas ini memasuki ruang baru. Banyak orang Arab dirasialisasi untuk pertama kalinya, dan Farah yakin tak sedikit laki-laki yang melihat ini sebagai upaya pelemahan kekuasaan dan otonomi.

Farah terinspirasi oleh The Americans, buku foto Robert Frank yang menelusuri kelas, kekayaan dan ras di AS pascaperang selama 1950-an. Sama seperti Frank, dia berusaha melihat apa yang diabaikan orang lain, tapi mudah mereka kenali saat itu juga. Dia ingin mendefinisikan apa yang dimaksud dengan “rumah”, terutama di saat rumah kita bergerak ke ranah digital seperti Instagram, Facebook dan Twitter.

“Gambar melampaui bahasa sebagai cara berbagi informasi. Bisa mengetahui seperti apa keseharian seseorang saja sudah sangat menghibur atau melegakan,” simpulnya.

Dengan kata lain, kita bisa menemukan “rumah” dari foto-foto yang diunggah ke internet.

ilustrasi garis pembatas
Dua foto lelaki berkacamata yang mengenakan jas
Lelaki muda berpose di antara pohon
Jeruk dan dua serangga
Bagian dalam ruangan bernuansa biru
Empat perempuan
Rak majalah