Home Uncategorized Ilmuwan Kembangkan Kamera Resolusi Tinggi Seukuran Garam

Ilmuwan Kembangkan Kamera Resolusi Tinggi Seukuran Garam

57
0
ilmuwan-kembangkan-kamera-resolusi-tinggi-seukuran-garam

Kini ada kamera mini seukuran butir garam yang mampu menghasilkan gambar jernih dengan warna setajam kawannya yang berukuran 500.000 kali lipat lebih besar.

Tim ilmuwan Universitas Princeton dan Universitas Washington di Amerika Serikat membuat perangkat keras kamera sekecil mungkin menggunakan jenis sistem optik baru ciptaan mereka, yang diberi nama metasurface. Setelah itu, mereka menggabungkannya dengan pengolahan citra digital berbasis machine-learning (pembelajaran mesin) yang memungkinkan kamera mengambil gambar jelas dalam pencahayaan alami. Menurut ilmuwan, kamera mikro dulu hanya bermanfaat untuk keperluan laboratorium. Mereka menguraikan ciptaannya dalam jurnal Nature.

Kamera terdiri dari 1,6 juta ‘tiang’ berbentuk silinder yang berinteraksi dengan cahaya untuk menghasilkan gambar. Tiang-tiang ini sekecil virus imunodefisiensi manusia (HIV). Permukaannya terbuat dari silikon nitrida, bahan yang biasanya digunakan untuk membuat microchip. Itu artinya biaya produksi jauh lebih murah dan prosesnya lebih cepat daripada lensa kamera konvensional.

Hasil jepretan kamera yang sudah sebelumnya (dua kiri) vs kamera baru (dua dari kanan) dan ground truth (kanan). Foto milik Universitas Princeton.

Hasil jepretan kamera yang sudah sebelumnya (dua kiri) vs kamera baru (dua dari kanan) dan ground truth (kanan). Foto milik Universitas Princeton.

Para peneliti berharap kamera ini bisa dimanfaatkan pada prosedur seperti endoskopi, yang dapat menghasilkan foto bagian dalam tubuh pasien berkualitas tinggi tapi sifatnya tidak invasif. Mereka mengatakan metasurface juga bisa menutupi seluruh permukaan gawai seperti ponsel.

“Kita bisa mengubah permukaan individu menjadi kamera beresolusi super tinggi, sehingga kalian tak perlu lagi membutuhkan tiga kamera di belakang ponsel. Bagian belakang ponselmu akan berubah menjadi kamera raksasa,” terang penulis senior Felix Heide dalam siaran pers Universitas Princeton. “Kami memikirkan banyak kemungkinan dalam mengembangkan perangkat di masa depan.”