Home Uncategorized Kalian Rugi Besar Kalau Belum Nonton ‘RRR’, Film Laga India Paling Gokil

Kalian Rugi Besar Kalau Belum Nonton ‘RRR’, Film Laga India Paling Gokil

29
0
kalian-rugi-besar-kalau-belum-nonton-‘rrr’,-film-laga-india-paling-gokil

PERINGATAN: Artikel ini mengandung spoiler cerita film RRR (Rise Roar Revolt).

Seorang pendekar bertelanjang dada menembakkan panah api ke arah motor yang melayang di udara, yang mendarat sempurna di gudang amunisi milik gubernur Inggris. Gudang itu tiba-tiba meledak; prajurit Inggris berguguran di sekitarnya. Adegan super dramatis ini bisa disaksikan dalam film action epik India berjudul RRR (Rise Roar Revolt).

Tak ayal lagi, ini tipe film yang lebih greget ditonton langsung di bioskop. Aksi kedua tokoh utama yang gagah berani di sepanjang film mampu menyita perhatian penonton dari awal hingga akhir, membuat kita bergeming di bangku bioskop saking terpukau dengan kemampuan akting para aktor Bollywood yang luar biasa. RRR disajikan dalam bahasa Telugu India, tapi panen pujian dari sinefil di seluruh dunia. Di India sendiri, filmnya sangat populer lantaran digarap oleh sutradara kawakan S. S. Rajamouli dan dibintangi aktor Bollywood papan atas, N. T. Rama Rao Jr. dan Ram Charan.

RRR mengingatkan kita akan film laga era 80-an dan 90-an yang imajinasinya terlalu liar dan pertarungannya disuguhkan selebay mungkin. Meski beberapa adegan mungkin terlihat konyol dan tidak masuk akal, ketegangan yang menguar dari film bikin kita tahan napas. Dan jika kamu penggemar film Bollywood, kamu bisa langsung tahu penggambaran dramatis ini identik dengan film-film buatan orang India.

RRR berlatar zaman penjajahan Inggris di India sekitar tahun 1920-an. Filmnya merupakan kisah fiktif yang mempertemukan dua revolusioner India, Alluri Sitarama Raju dan Komaram Bheem, yang berjuang bersama demi kemerdekaan negara mereka. Bisa dibilang, film ini tak lebih dari fanfiksi, karena kedua tokoh sejarah itu tidak pernah bertemu di dunia nyata. Premisnya yang gokil dan absurd dikemas menjadi tontonan yang menghibur tapi tetap berbobot.

Sebagai bayangan buat pembaca sekalian yang belum nonton, RRR ala-ala film aksi bombastis yang mempertemukan kedua tokoh utama dalam misi penyelamatan anak yang diculik penjajah. Dalam satu adegan, mereka tampak bergelayutan pakai tali di bawah rel kereta, kemudian saling menangkap satu sama lain untuk mempersatukan kekuatan. Di atas kepala mereka, kereta yang sedang lewat putus terbelah akibat terbakar. Adegan lain mempertontonkan seorang tokoh utama menerobos masuk penjara dan membebaskan teman seperjuangannya, lalu berlari kencang sambil menggendong tubuhnya. Orang yang digendong menembaki musuh dengan senapan.

Namun, yang paling menarik dari film ini adalah betapa alami hubungan keduanya terjalin. Pemeran utama laki-laki membawakan karakter penuh karismatik, yang membuat keduanya saling melengkapi satu sama lain sepanjang film. Raju awalnya diceritakan mendapat misi dari pasukan Inggris untuk menangkap Bheem yang ingin menyelamatkan gadis remaja India yang dipaksa menjadi budak oleh perempuan jahat asal Inggris (diperankan Alison Doody, yang menjadi anggota Nazi dalam Indiana Jones).

Raju sebenarnya sudah berhasil melacak keberadaan buronan, tapi dia tidak sadar itu Bheem karena sedang menyamar sebagai orang lain. Mereka menjadi tak terpisahkan setelah keduanya bahu-membahu menolong bocah laki-laki dalam kecelakaan kereta. Pada akhirnya, Raju bekerja sama dengan Bheem untuk membebaskan rakyat India dari belenggu penjajah.

RRR juga semakin membuktikan Rama Rao Jr. dan Charan jago berakting. Keduanya beraksi semaksimal mungkin, dan menyuguhkan pemandangan yang melampaui batas yang mampu disajikan dalam film. Contohnya seperti ketika karakter yang diperankan Rama Rao Jr. mengaum di hadapan harimau, atau saat Charan bertarung sendirian melawan banyak orang. Kamera mengikuti setiap detail gerakan mereka dengan presisi yang menakjubkan, terutama saat Raju dan Bheem menantang para penjajah bergaya perlente untuk menari.

Seperti yang sudah bisa ditebak, peran orang Inggris dalam film dibuat begitu kejam dan bengis. Suami perempuan Inggris yang memperbudak anak, menyuruh bawahannya untuk memukuli sang ibu yang berusaha menyelamatkan putrinya. Bagi laki-laki belagu itu, peluru mereka jauh lebih berharga. Penggambaran antagonis ini juga disentil dalam ucapan Bheem yang menyindir perempuan Inggris tidak punya hati. “Para perempuan kulit putih ini punya anak tidak, sih? Kalau saja mereka pernah menangis, mereka pasti akan paham betapa menyakitkannya tangisan itu.”

Bagi para penonton, tak ada pilihan selain bersimpati dengan rakyat India dan mendukung tokoh protagonis. Walau segala kebrutalan penjajah dalam film bukan kisah nyata, rasanya kita semua sepakat kalau masyarakat kolonial di masa lalu memang sadis. Menjelang akhir film, darah memercik pada tulisan “the sun never sets on the British empire” (“Matahari tak pernah tenggelam di kerajaan Inggris”), sebuah momen yang menggambarkan betapa rasisnya penjajahan Inggris selama berkuasa di India.

Gelak tawa dan suara orang terkesiap selalu menjadi hal yang paling kusukai dari menonton film di bioskop. Dan kenikmatan itulah yang kurasakan ketika berkesempatan menyaksikan RRR di layar lebar. Begitu bagian credit bergulir, aku dan penonton lainnya tak kuasa menahan diri untuk tidak bertepuk tangan dan bersorak-sorai buat Raju dan Bheem.

Kamu tidak bisa menontonnya di bioskop? Jangan bersedih hati. Kamu masih bisa menyaksikannya di Netflix dalam bahasa Hindi. Aku jamin para pembaca sekalian tidak akan menyesal telah menonton film ini.