Home Uncategorized Takut Pandemi Terulang, Kota di Tiongkok Sampai Tes Covid Ikan Tangkapan Nelayan

Takut Pandemi Terulang, Kota di Tiongkok Sampai Tes Covid Ikan Tangkapan Nelayan

44
0
takut-pandemi-terulang,-kota-di-tiongkok-sampai-tes-covid-ikan-tangkapan-nelayan

Tes PCR secara massal merupakan hal yang lumrah dilakukan kota-kota Tiongkok, setelah negara itu jadi wilayah pertama di muka Bumi mengalami pandemi Covid-19 pada akhir 2019. Saking takutnya pandemi terulang, satu kota di pesisir Tiongkok sampai melakukan tes untuk ikan-ikan tangkapan nelayan.

Penduduk kota Xiamen, yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan, kini wajib menjalani tes PCR sepulang melaut. Uniknya, bukan cuma para nelayan yang harus dites. Hasil laut tangkapan mereka, termasuk ikan, udang, hingga kepiting, ikut dites juga.

“Setiap nelayan dan isi kargonya yang merapat ke dermaga harus menjalani tes terlebih dulu sebelum diizinkan keluar dari wilayah pelabuhan,” demikian kutipan perintah Pemkot Xiamen yang diterbitkan sejak Juli 2022.

Alhasil, penduduk Xiamen merekam proses ajaib petugas melakukan tes swab terhadap ikan. Video tersebut marak dibagikan ke medsos, dan akhirnya viral di berbagai negara sejak pertengahan Agustus 2022. Banyak netizen di Tiongkok menganggap kebijakan Pemkot Xiamen lebay, bahkan terlalu paranoid.

“Memangnya kalau hasilnya positif lantas ikannya bakal diisolasi,” demikian komentar salah satu pengguna Weibo, aplikasi serupa Twitter di Tiongkok.

Adrian Esterman, pakar epidemiologi dari the University of South Australia, menganggap kebijakan pemkot Xiamen sebagai “tindakan yang mubazir.”

“Bisa dibilang spesies ikan tidak bisa menjadi inang bagi coronavirus. Sebab suhu tubuh ikan tidak cocok bagi virusnya hidup lama,” ujar Esterman saat dikonfirmasi VICE World News. “Karenanya, peluang ikan tertular virus Covid sebetulnya nol.”

Pemkot Xiamen kemungkinan parno, karena mendengar kabar bahwa ada virus Covid-19 yang bisa hidup di permukaan ikan beku, merujuk temuan kasus di Hong Kong pada 2021. Namun, kemungkinan virus itu menular ke manusia sangat kecil, sebab hanya 5 dari 10.000 kasus penularan Covid terjadi dari interaksi selain sesama manusia. Itupun kebanyakan binatang mamalia atau makanan.

Pemkot Xiamen beralasan beberapa nelayan di wilayah mereka kadang berinteraksi dengan kapal negara lain di tengah laut untuk barter tangkapan. Hal itu dituding bisa menularkan Covid secara tidak langsung pada awak dan muatan kargonya.

Tiongkok secara umum memang sedang parno luar biasa terhadap kemungkinan Covid-19 kembali meluas. Sejak awal tahun ini, pemerintah menjanjikan hadiah satu juta Yuan (setara Rp1 miliar), bagi warga yang bisa mengirim bukti pelanggaran prokes yang dilakukan petugas di lapangan. Mayoritas kota masih menerapkan lockdown berkala, serta jalanan kerap disemprot desinfektan, meski secara ilmiah tidak ada kaitannya dengan penanggulangan Covid.

Follow Rachel Cheung on Twitter and Instagram.